Ket toto: Ketua DPC PKB kota Depok, M. Faizin, saat tumpengan di momen Harla PKB ke27, yang digelar di Skretariat PKB jalan raya Siliwangi, Depok, (18/7/25).
DEPOK | Fokuskota.com – Dalam peringatan Hari Lahir (Harla) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-27, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Depok selain menggelar tasyakuran, momen penuh bahagia dan syukur sekaligus menyoroti tiga isu utama yang dinilai krusial bagi masyarakat, yakni lingkungan, ekonomi, dan pendidikan. Acara digelar pada Jumat (18/7) dan dihadiri sejumlah tokoh serta alim ulama.
Menanggapi tiga isu tersebut, anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap ketiga isu tersebut. “Tiga hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya, di momen Harla PKB ke27, (18/7/25).
Salahsatu isu lingkungan jadi perhatian serius. Menurut Siswanto, persoalan lingkungan di Kota Depok masih menjadi tantangan besar. Banyak bangunan didirikan di sepadan sungai atau setu tanpa memperhatikan aspek lingkungan.
“Masih ada bangunan yang mengabaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Ini harus menjadi perhatian Pemkot, karena menyangkut keseimbangan ekosistem,” katanya.
Selain itu, Legislator sekaligus Ketua F-PKB, Siswanto, turut mendorong terkait lapangan kerja lewat wirausaha digital. Di sektor ekonomi, Siswanto menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Depok. Ia mendorong pemerintah untuk membuka lebih banyak lapangan kerja. Tak hanya itu, PKB juga berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.
“Kami akan melatih anak-anak muda melalui program digital marketing. Dengan tagline ‘hari ini bisa jualan, hari ini bisa cuan’, kami ingin membangun semangat wirausaha anak-anak muda lewat pemanfaatan media sosial dan platform digital,” jelasnya.
Dengan cermat, Suswanto juga fokus dengan pendidikan inklusif dan pemerataan sekolah. Pada isu pendidikan, Siswanto mengingatkan Pemkot Depok untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif. Ia menyoroti persoalan daya tampung sekolah negeri yang belum mampu menampung seluruh calon peserta didik, seperti terlihat saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
“Banyak anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan sarana. Ini menjadi PR besar ke depan. Kami mengapresiasi langkah Pemkot yang mulai merintis sekolah swasta gratis untuk menjawab persoalan ini,” katanya.
Adapun saat Harla PKB ke-27, atas rasa syukur didoakan Ulama ditujukan untuk masa depan kota Depok. Momentum Harla ke-27 PKB juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin para ulama dan tokoh agama, seperti Ketua MUI Kota Depok KH Sihabudin Ahmad, Rois Syuriah PCNU KH Abdul Mujib, serta Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH Yusuf Hidayat.
PKB Depok berharap, melalui peringatan ini, semangat gotong royong dan komitmen terhadap pembangunan Kota Depok yang lebih baik dapat terus ditingkatkan. (RN)








