UPER Kampus Pertama di Jakarta Gunakan Teknologi Johkasou untuk Kelola Limbah

InShot_20250708_164105899

JAKARTA | Fokuskota.com — Universitas Pertamina (UPER) mencatatkan sejarah baru sebagai kampus pertama di Jakarta yang menerapkan teknologi pengolahan air limbah canggih asal Jepang, Johkasou. Teknologi ini menjadi solusi inovatif dalam menjawab tantangan pengelolaan air limbah domestik di lingkungan kampus yang padat aktivitas.

Teknologi Johkasou sendiri merupakan sistem pengolahan limbah yang dikembangkan di Jepang dan telah digunakan secara luas, dengan lebih dari 8 juta unit terpasang (Japan Ministry of the Environment, 2022). Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai limbah dan mampu menghilangkan hingga 90 persen polutan tanpa memerlukan lahan luas menjadikannya ideal untuk kawasan padat seperti kampus, rumah sakit, atau permukiman kota.

Di Indonesia, tantangan pengelolaan air limbah masih sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hanya sekitar 11,8 persen rumah tangga yang memiliki akses ke sistem pengolahan limbah domestik yang layak. Sisanya masih bergantung pada sistem konvensional seperti tangki septik yang berisiko mencemari air tanah.

Menjawab kondisi tersebut, Universitas Pertamina menggandeng PT Daiki Axis Indonesia anak perusahaan Daiki Axis Co., Ltd. Jepang untuk menghadirkan sistem Johkasou melalui program hibah. Seremoni penandatanganan kerja sama dilakukan pada Selasa (1/7/2025) di Jakarta.

“Melalui kolaborasi ini, kami tak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan limbah modern, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan kepada generasi muda Indonesia,” ujar Chairman Daiki Axis Co., Ltd., Hiroshi Ogame.

Sistem Johkasou bekerja layaknya “perut buatan” yang memproses air limbah melalui beberapa tahap. Dimulai dengan pemisahan limbah padat, air selanjutnya dialirkan ke ruang berisi bakteri baik yang mengurai zat pencemar. Proses ini dibantu dengan suplai oksigen agar bakteri dapat bekerja optimal. Air hasil olahan kemudian melalui proses klorinasi dan diuji kualitasnya sebelum dilepas ke lingkungan, sesuai standar baku mutu PermenLHK No. P.68 Tahun 2016.

Menariknya, teknologi ini juga akan dijadikan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian mahasiswa, khususnya dari program studi Teknik Lingkungan. Dengan pendekatan transdisipliner, mahasiswa dapat memahami secara langsung penerapan teknologi ramah lingkungan dalam dunia nyata.

“Pembangunan STP ini adalah wujud komitmen kami dalam membangun kampus berkelanjutan, yang tak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU.

Tak hanya berhenti di situ, kerja sama ini juga membuka peluang magang dan rekrutmen bagi mahasiswa dan alumni Universitas Pertamina di perusahaan Daiki Axis, baik di Indonesia maupun Jepang. Hal ini semakin memperkuat peran UPER sebagai kampus energi yang tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Ingin menjadi bagian dari kampus yang mendorong inovasi dan peduli lingkungan? Kunjungi pmb.universitaspertamina.ac.id untuk informasi lengkap mengenai program studi dan jalur pendaftaran. (HT)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *