Siemens Hibahkan Software Canggih ke Universitas Pertamina, Dukung Pengembangan Smart Grid Nasional

InShot_20250708_162930297

JAKARTA | Fokuskota.com – Pemerataan akses energi listrik di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024, sekitar 20 persen wilayah Indonesia belum menikmati pasokan listrik yang memadai. Padahal, permintaan energi terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,3 persen setiap tahun sejak 2018 (BPS, 2024).

Di tengah kebutuhan tersebut, transformasi sektor kelistrikan menjadi sangat penting. Salah satu inovasi strategis yang tengah dikembangkan adalah penerapan smart grid—jaringan listrik cerdas berbasis digital yang mampu meningkatkan efisiensi, mengintegrasikan energi terbarukan, serta memungkinkan kontrol dan pemantauan sistem kelistrikan secara real time. Menurut Environmental and Energy Study Institute (2025), teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 80 persen.

Untuk mendorong percepatan adopsi teknologi smart grid, PT Siemens Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pertamina (UPER) melalui hibah perangkat lunak kelistrikan PSS® SINCAL Platform, yang diserahkan secara simbolis dalam acara Siemens Tech Summit 2025 di Jakarta, yang dihadiri lebih dari 600 pelaku industri dan pemangku kepentingan nasional.

Presiden Direktur Siemens Indonesia, Surya Fitri, mengatakan bahwa hibah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Siemens dalam mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi berbasis teknologi industri.

“Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti UPER merupakan investasi strategis untuk masa depan energi Indonesia. Melalui sinergi ini, kami ingin mencetak SDM yang tak hanya siap kerja, tapi juga siap memimpin transformasi energi menuju sistem yang lebih hijau dan efisien,” ujar Surya.

Sebanyak 25 lisensi perangkat lunak PSS® SINCAL diserahkan kepada Universitas Pertamina untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan laboratorium Teknik Elektro.

Teknologi Industri Hadir di Ruang Kuliah
Perangkat lunak simulasi sistem tenaga listrik ini akan diintegrasikan ke dalam sejumlah mata kuliah inti di Program Studi Teknik Elektro UPER, seperti Analisis Sistem Tenaga, Energi Terbarukan, Proteksi Sistem Tenaga, dan Kualitas Daya Listrik. Mahasiswa akan dilatih untuk menghadapi skenario dunia nyata, mulai dari integrasi pembangkit energi surya ke jaringan hingga manajemen beban dan analisis stabilitas sistem.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyambut baik kolaborasi ini.

“Dengan dukungan teknologi ini, mahasiswa dapat melakukan simulasi terhadap sistem kelistrikan kompleks secara langsung. Ini akan memperkuat kompetensi mereka sekaligus meningkatkan daya saing laboratorium kami sebagai pusat pendidikan unggulan di bidang energi,” ujar Wawan.

Implementasi program akan dilakukan secara bertahap melalui pembentukan tim teknis, instalasi software, serta integrasi dengan sistem komputasi kampus. Selain itu, Siemens juga akan memberikan pelatihan intensif bagi dosen dan asisten laboratorium, guna memastikan pemanfaatan perangkat lunak berjalan optimal.

Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER, Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T., menambahkan bahwa kerja sama ini akan memperkuat posisi UPER sebagai kampus energi yang siap menjawab tantangan masa depan.

“Dengan adanya pelatihan mendalam dari Siemens, kami yakin laboratorium Teknik Elektro akan semakin unggul sebagai ruang pembelajaran dan riset yang modern,” tegasnya.

UPER Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru
Bagi generasi muda yang tertarik menjadi bagian dari transformasi energi nasional, Universitas Pertamina membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SNBT, Rapor, dan Ujian Mandiri. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi. (HT)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *