Sandi Pamungkas, Putra Natuna yang Tembus Ajang Nasional

InShot_20250811_203721369

JAKARTA – Fokuskota – Di ujung utara Indonesia, di tengah gugusan pulau di Laut Natuna Utara, lahir seorang pemuda yang kini menginspirasi banyak orang. Dialah Sandi Pamungkas, mahasiswa asal Natuna, Kepulauan Riau, yang berhasil mengharumkan nama Universitas Pertamina (UPER) di ajang nasional sebagai Mahasiswa Berprestasi.

Berangkat dari wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, Sandi membuktikan bahwa jarak geografis tak pernah membatasi tinggi rendahnya cita-cita.

“Saya tidak ingin Natuna hanya dikenal karena letaknya yang jauh. Saya ingin Natuna dikenal lewat prestasi anak-anak mudanya,” ujarnya.

Tumbuh dari kesederhanaan, berpijak pada tekad besar, Sandi berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah anggota TNI yang sering berpindah tugas, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Nilai ketekunan dan tanggung jawab tumbuh sejak dini dalam dirinya.

Kecintaannya pada dunia teknologi muncul sejak bangku sekolah menengah. Ia melihat keterbatasan akses di kampung halaman bukan sekadar hambatan, tetapi peluang untuk menciptakan solusi.

“Saya ingin menciptakan teknologi yang berguna bagi orang banyak, bukan sekadar ikut tren,” kata Sandi.

Berbekal prestasi akademik dan segudang pengalaman organisasi, ia meraih Beasiswa Generasi Juara TNI AD. Kesempatan itu membawanya menuntut ilmu di UPER—jauh dari tanah kelahiran, namun semakin dekat dengan mimpinya.

“Beasiswa ini bukan akhir perjuangan, tapi awal komitmen saya untuk terus berkontribusi,” tegasnya.

Moo Apps dan 500 Prestasi Lain
Selama kuliah di Program Studi Ekonomi, Sandi aktif mengikuti kompetisi nasional dan internasional. Ia telah mengoleksi lebih dari 500 penghargaan, termasuk 100 prestasi tingkat internasional.

Salah satu inovasi terbesarnya adalah Moo Apps, aplikasi pemantau kesehatan hewan ternak yang kini digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan tengah dikembangkan bersama Kementerian Perekonomian Digital Taiwan.

“Moo Apps lahir dari keresahan saya melihat peternak kecil yang sering rugi karena hewan sakit,” jelasnya.

Mengenai Safety-Eye, teknologi jeselamatan kerja Migas, tahun ini, Sandi menjadi wakil UPER dan LLDIKTI Wilayah III di Seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025. Ia mengusung Safety-Eye, sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan keselamatan kerja di industri migas.

Berdasarkan data Kementerian ESDM (2024), tingkat kecelakaan kerja di sektor migas tercatat 2,5 kali lebih tinggi dibanding sektor lainnya. Safety-Eye hadir dengan kamera cerdas dan sensor yang mampu mendeteksi kelelahan, suhu tubuh, dan penggunaan alat pelindung diri secara otomatis.

Apresiasi dari kampus,Kaprodi Ekonomi UPER, Dr. Feriansyah, S.E., M.Si., menyebut Sandi sebagai mahasiswa yang konsisten, tekun, mandiri, dan visioner.

“Sandi bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas. Dia membawa nama baik dirinya, daerah asal, dan almamater,” ujarnya.

Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS., IPU., turut mengapresiasi prestasi tersebut.

“Sandi adalah bukti bahwa mahasiswa dari daerah 3T pun bisa bersaing di tingkat nasional. Ia mewakili semangat UPER untuk melahirkan inovator muda yang berdampak bagi bangsa.”

Dari Natuna untuk Indonesia
Perjalanan Sandi membuktikan bahwa tekad, inovasi, dan pendidikan dapat menembus batas geografis. Dari pulau kecil di ujung negeri, ia membawa semangat perubahan yang kini bergema hingga kancah internasional.

Bagi yang ingin mengikuti jejaknya, informasi seputar beasiswa, inovasi mahasiswa, dan peluang karier di Universitas Pertamina dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id. (Hety)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *