DEPOK | FOKUS KOTA.COM – Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa kuat dalam gelaran Ruwahan Akbar yang diinisiasi DPC Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, di Pancoran Mas ini menjadi momentum penting dalam merawat tradisi spiritual sekaligus mempererat ikatan sosial masyarakat.
Ruwahan tidak sekadar diposisikan sebagai agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan nilai keagamaan, budaya, dan persaudaraan. Para kader dan warga yang hadir mengikuti rangkaian doa bersama dalam suasana khidmat, mencerminkan kuatnya akar tradisi keislaman yang masih hidup di tengah dinamika perkotaan.
Mazhab HM menegaskan bahwa tradisi ruwahan memiliki posisi istimewa dalam perjalanan sejarah sosial keagamaan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak boleh memutus hubungan generasi sekarang dengan warisan spiritual para ulama.
Ia memandang ruwahan sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan — sebuah cara menjaga identitas religius tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman. Tradisi, katanya, bukan beban, melainkan sumber nilai yang memperkaya kehidupan sosial.
Di wilayah Depok yang terus berkembang sebagai kota penyangga metropolitan, kegiatan seperti ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan fisik dan ketahanan moral masyarakat. Ruwahan menjadi ruang refleksi kolektif agar kehidupan sosial tetap bertumpu pada etika, kesantunan, dan solidaritas.
Selain dimensi spiritual, kegiatan tersebut juga memperkuat jaringan silaturahmi antarwarga. Banyak peserta memanfaatkan momentum ini untuk mempererat hubungan sosial, berbagi doa, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Mazhab menekankan bahwa keberlanjutan tradisi tidak bisa dibebankan pada satu kelompok saja. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan mewariskan nilai luhur tersebut kepada generasi muda agar tidak tergerus arus perubahan.
Menurutnya, selama tradisi dirawat dengan niat ibadah dan kebersamaan, ruwahan akan terus menjadi sumber kekuatan moral masyarakat. Ia optimistis nilai persaudaraan, penghormatan terhadap ulama, dan semangat gotong royong akan tetap hidup lintas zaman melalui kegiatan semacam ini.(Ht)








