DEPOK | FOKUSKOTA.com – Di tengah lanskap politik yang kian dinamis dan sarat strategi, Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, menghadirkan kontribusi intelektual melalui karya terbarunya berjudul Hukum dan Marketing Politik. Buku ini menjadi upaya serius untuk menjembatani pemahaman antara aspek hukum dan praktik politik yang selama ini kerap dipandang terpisah.
Diluncurkan pada Senin (24/3/2026), buku setebal 281 halaman tersebut mengulas secara mendalam bagaimana hukum dan strategi politik saling berkaitan dalam membentuk dinamika kekuasaan. Tidak hanya bersifat teoretis, karya ini juga menawarkan pendekatan praktis yang relevan dengan realitas politik saat ini.
Dalam proses penerbitannya, naskah buku telah melalui serangkaian tahapan verifikasi ketat oleh penerbit, termasuk uji substansi dan pengecekan plagiarisme menggunakan Turnitin. Hasilnya, buku ini dinyatakan layak dan memenuhi standar untuk dipublikasikan kepada khalayak luas.
Binton menegaskan bahwa setiap praktik politik harus berpijak pada landasan hukum yang kuat. Menurutnya, strategi politik yang tidak dibingkai oleh hukum berpotensi menimbulkan persoalan di masa depan.
“Politik tidak bisa dilepaskan dari hukum. Setiap strategi harus memiliki dasar hukum agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Lebih jauh, buku ini juga mengupas batasan-batasan dalam praktik politik agar tetap berada dalam koridor yang benar. Di sisi lain, pembaca diajak memahami bagaimana konsep political marketing dapat diterapkan secara efektif, tanpa mengabaikan etika dan tanggung jawab publik.
Dengan gaya bahasa yang komunikatif dan sistematis, Binton berupaya menjadikan buku ini mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Ia menilai bahwa tingkat literasi politik dan hukum di masyarakat masih perlu ditingkatkan, sehingga pendekatan yang ringan namun berbobot menjadi kunci utama dalam penyusunannya.
“Buku ini dirancang agar tidak membosankan, tetapi tetap memberikan pemahaman yang mendalam. Harapannya, masyarakat bisa belajar politik dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” tambahnya.
Kekuatan buku ini semakin lengkap dengan kontribusi pemikiran dari Chontina Siahaan sebagai penulis kata pengantar, serta Helmy Yahya yang memberikan sambutan, memperkaya perspektif akademik dan praktis dalam pembahasannya.
Selain aktif sebagai politisi, Binton juga dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan doktoral di bidang hukum, setelah sebelumnya mendalami ilmu politik dan hukum. Perpaduan pengalaman akademik dan praktik tersebut menjadi fondasi dalam menghadirkan analisis yang tajam dan aplikatif di dalam bukunya.
Ia pun menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum dan politik merupakan dua hal yang saling melengkapi. Menurutnya, keduanya tidak bisa dipisahkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Memahami hukum akan mempermudah memahami politik, begitu juga sebaliknya. Keduanya saling berkaitan dalam praktik nyata,” jelasnya.
Buku Hukum dan Marketing Politik ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga masyarakat umum yang ingin memahami politik secara lebih komprehensif. Binton berharap, karyanya ini dapat menjadi referensi penting sekaligus mendorong tumbuhnya sikap kritis dalam menyikapi berbagai fenomena politik.
“Politik yang sehat adalah politik yang berlandaskan hukum. Tanpa itu, arah demokrasi bisa kehilangan kendali,” tutupnya.(Ht)








