DEPOK | FOKUSKOTA.com – Upaya menjaga tradisi keislaman di tengah perkembangan zaman terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab HM, yang menginisiasi kegiatan Gema Bedug menjelang malam takbiran sebagai bentuk pelestarian budaya Islam sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk kembali mencintai tradisi yang mulai jarang ditemui.
Mazhab menilai, tradisi menabuh bedug bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari warisan budaya dan syiar Islam yang memiliki nilai kebersamaan serta mempererat hubungan antar warga. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda untuk kembali terlibat aktif dalam kegiatan bernuansa religi dan budaya.
“Kegiatan ini kami gelar untuk menghidupkan kembali seni nabuh bedug yang kini mulai jarang dilakukan oleh generasi muda. Padahal, dulu tradisi ini sangat meriah dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama Ramadan,” ujar Mazhab, Sabtu (14/3/2026).
Ia mengenang suasana Ramadan pada era 1990-an yang penuh dengan aktivitas kebersamaan di masjid dan musala. Saat itu, para pemuda kerap berkumpul selepas salat tarawih untuk menabuh bedug bersama, bahkan hingga menjelang waktu sahur.
Menurutnya, kebiasaan tersebut perlahan mulai berkurang seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada upaya nyata untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.
Sebagai wujud komitmen tersebut, panitia akan menggelar Parade Bedug Malam Takbiran 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang terbuka bagi warga setempat, khususnya masyarakat Rangkapan Jaya Baru.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Menariknya, parade bedug ini tidak dipungut biaya pendaftaran. Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang, yakni Juara 1 sebesar Rp750.000, Juara 2 Rp500.000, dan Juara 3 Rp300.000.
Adapun ketentuan lomba, setiap tim terdiri dari tiga orang dengan jumlah peserta yang dibatasi. Setiap tim akan diberikan waktu penampilan maksimal 10 menit.
Acara akan digelar di Pertigaan Arco Parung Bingung (depan Alfamart) pada malam takbiran mulai pukul 22.30 WIB hingga selesai.
Bagi warga yang ingin berpartisipasi atau mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia melalui Ubay Maulana di nomor 0898-7555-499.
Mazhab berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang positif bagi masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan semangat kebersamaan dan nilai budaya.
“Kami ingin malam takbiran tetap meriah, namun diisi dengan kegiatan yang memiliki nilai budaya dan kebersamaan. Dengan begitu, generasi muda bisa merayakan momen tersebut dengan cara yang lebih bermakna,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga tradisi merupakan bagian dari menjaga jati diri masyarakat. Tanpa kesadaran untuk melestarikannya, warisan budaya yang telah diwariskan para pendahulu berpotensi perlahan memudar.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, gema bedug yang kembali ditabuh oleh generasi muda diharapkan menjadi simbol bahwa tradisi, kebersamaan, dan syiar Islam tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ht)








