DEPOK | Fokuskota.com – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Depok, H. Edi Masturo, mengapresiasi langkah cepat dan agresif Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mendorong percepatan pembangunan flyover Margonda yang statusnya kini sudah sampai tahap Detail Engineering Design (DED).
“Alhamdulillah, saya melihat Wali Kota Depok dan Bu Citra selaku Kepala Dinas sangat agresif dan proaktif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR. Ini patut kita apresiasi,” ujar Edi usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Depok, Kamis (24/7/2025).
Edi menyebutkan, proyek pembangunan flyover Margonda sebenarnya sudah lama masuk dalam daftar prioritas program nasional. Namun, selama ini realisasinya tersendat karena kurangnya upaya jemput bola dari pemerintah daerah.
“Kalau sebelumnya Pemkot pasif, tentu saja progresnya stagnan. Tapi kali ini berbeda. Saya melihat adanya semangat baru, keberanian, dan langkah nyata dari Wali Kota dan jajaran dinas untuk menjemput peluang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa pembiayaan proyek ini memang besar, dan saat ini Pemkot tengah mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai alternatif pendanaan. Meski demikian, Edi menegaskan bahwa proyek flyover Margonda juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sehingga seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
“Kalau pun nantinya pinjaman ke SMI tidak disetujui, kita masih punya opsi lain. Yang terpenting adalah keberanian dan keseriusan kita untuk memperjuangkan solusi nyata mengatasi kemacetan di Margonda,” ungkapnya.
Terkait dampak sosial dan ekonomi, Edi tidak memungkiri bahwa setiap pembangunan pasti memiliki konsekuensi. Namun ia optimistis masyarakat bisa memahami bahwa tujuan dari proyek ini adalah untuk kepentingan bersama.
“Contohnya saat dulu kita menerapkan sistem satu arah, banyak pelaku usaha yang awalnya terdampak. Tapi jangka panjangnya ternyata sangat positif dan terbukti mampu mengurai kemacetan,” katanya.
Sementara, saat dikonfirmasi soal proyek mangkrak, Edi juga sempat menyinggung Metro Starter yang dikelola oleh PT Andika Investa, Ia menegaskan bahwa DPRD telah memberi peringatan kepada Pemkot agar mengevaluasi kerja sama tersebut jika tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
“Kita sudah beri peringatan ke BKD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kalau memang batas waktu kerja sama dengan PT Andika sudah habis, lebih baik kita tutup saja dan buka peluang bagi investor baru yang lebih serius,” pungkasnya. (RN)








