HUT Depok ke-27 Makin Berwarna, Cupang Jadi Ikon Ekonomi Kreatif Masa Depan

IMG-20260424-WA0022

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Pemerintah Kota Depok kembali menghadirkan inovasi dalam perayaan hari jadinya dengan menggelar Piala Wali Kota Depok Kontes Cupang Series #13. Ajang ini tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga diarahkan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Digelar pada 24–26 April 2026 di Balai Kota Depok, tepatnya di Baleka II, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen mulai dari pemerintah hingga komunitas pecinta ikan hias. Dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok memperkuat posisi acara sebagai agenda strategis daerah.

Kontes ini menarik perhatian luas dengan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara seperti Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat. Kehadiran juri internasional turut menjamin standar penilaian yang profesional dan kompetitif di level global.

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok, Mazhab HM, meninjau langsung kesiapan acara. Ia menegaskan bahwa kontes cupang memiliki dimensi yang jauh lebih luas dari sekadar kompetisi.

“Ini bukan hanya soal lomba, tapi tentang bagaimana hobi bisa diangkat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Cupang punya nilai jual tinggi jika dikelola dengan serius, dari budidaya hingga pemasaran,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, tren ikan cupang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Inovasi pada warna, bentuk sirip, hingga kualitas genetik telah mendorong harga jual yang semakin kompetitif, bahkan menembus pasar ekspor.

Ekosistemnya pun terus berkembang, melibatkan pembudidaya, breeder, komunitas, hingga pelaku ekspor. Hal ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk menjadikan sektor ikan hias sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Dalam kompetisi ini, berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari warna solid, multicolor, hingga fancy. Selain itu, keindahan bentuk seperti halfmoon, plakat, dan crowntail juga menjadi penilaian utama. Setiap ikan dinilai berdasarkan proporsi tubuh, keserasian warna, struktur sirip, hingga karakter geraknya.

Lebih dari sekadar ajang lomba, kegiatan ini juga menjadi ruang bertemunya pelaku usaha dan komunitas untuk memperluas jaringan serta bertukar pengetahuan. Dimensi edukatif pun menjadi bagian penting, terutama dalam memperkenalkan potensi ekonomi dari sektor perikanan hias.

Sebagai penghobi cupang, Mazhab mengaku melihat langsung bagaimana hobi ini bisa berkembang menjadi usaha yang menjanjikan. Ia pun mengajak generasi muda untuk lebih jeli melihat peluang di era ekonomi kreatif.

“Jangan anggap hobi hanya sebagai kesenangan. Kalau dikelola serius, ini bisa jadi sumber ekonomi. Bahkan bisa menjadi identitas daerah,” katanya.

Mengusung semangat “Ini Ikan Pilihan, Bukan Paksaan”, kontes ini menjadi simbol kebebasan berekspresi sekaligus representasi kreativitas masyarakat yang beragam.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Depok menegaskan komitmennya untuk tidak hanya merayakan HUT ke-27 secara seremonial, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ikan cupang pun diharapkan dapat menjadi ikon baru Depok—menggabungkan nilai estetika, inovasi, dan kekuatan ekonomi lokal yang berdaya saing global. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *