Depok Menuju Kota Hijau dan Mandiri Energi, PSEL Jadi Andalan di Usia ke-27

IMG-20260425-WA0041

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum mempertegas komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Di tengah persoalan sampah yang kian kompleks dan keterbatasan lahan pembuangan, Pemerintah Kota Depok mulai mempercepat langkah strategis melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan kerja sama dengan wilayah Bogor.

Kebijakan ini dipandang sebagai terobosan penting dalam menjawab dua tantangan sekaligus: krisis lingkungan dan kebutuhan energi. Dengan mengubah sampah menjadi sumber daya, Depok berupaya membangun sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi masa depan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Binton J. Nadapdap, menilai bahwa langkah tersebut harus ditempatkan sebagai program prioritas jangka panjang yang memerlukan pengawalan serius dari berbagai pihak. Menurutnya, persoalan sampah kini telah berkembang menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilihat sebagai urusan teknis semata. Ini sudah menyangkut kebijakan besar yang berhubungan dengan lingkungan, energi, dan keberlanjutan kota,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah seperti yang dilakukan Depok dan Bogor. Pendekatan ini dinilai relevan mengingat persoalan sampah tidak mengenal batas wilayah administratif, sehingga membutuhkan solusi bersama yang terintegrasi.

Namun, Binton mengingatkan bahwa kerja sama tersebut harus dibangun dengan perencanaan yang matang. Aspek regulasi, mekanisme pembiayaan, hingga pembagian tanggung jawab antar pihak harus dirumuskan secara jelas agar program dapat berjalan optimal dan transparan.

“Kolaborasi ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan hanya berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tapi benar-benar diwujudkan dalam sistem yang efektif dan akuntabel,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran DPRD dalam memastikan setiap tahapan kebijakan berjalan sesuai tujuan. Fungsi pengawasan menjadi kunci agar program besar seperti PSEL tetap berada pada jalur yang tepat dan mendapatkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, keberhasilan proyek ini juga sangat bergantung pada kesiapan masyarakat. Binton menilai, pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengurangi sampah sejak dini.

“Teknologi tidak akan maksimal tanpa dukungan dari hulu. Edukasi masyarakat harus diperkuat agar sistem pengelolaan ini benar-benar berjalan dari awal hingga akhir,” jelasnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk mengedepankan pendekatan edukatif, baik melalui kampanye publik, insentif, maupun regulasi yang mampu mengubah perilaku masyarakat secara bertahap.

Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga dinilai penting dalam mendukung percepatan pembangunan PSEL. Dengan dukungan investasi dan teknologi, sinergi antara pemerintah dan swasta diyakini dapat meningkatkan efektivitas program.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi yang luas, termasuk dengan sektor swasta, tentu dengan pengawasan yang tetap mengutamakan kepentingan publik,” katanya.

Dalam jangka panjang, proyek ini diyakini memiliki dampak luas, mulai dari pengurangan beban lingkungan hingga peningkatan kemandirian energi daerah. Bahkan, peluang ekonomi baru seperti industri pengolahan limbah dan penciptaan lapangan kerja juga terbuka lebar.

“Ini adalah investasi masa depan. Kita tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga membangun kota yang lebih bersih, sehat, dan mandiri energi,” tambahnya.

Meski demikian, berbagai tantangan tetap perlu diantisipasi, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru. Oleh karena itu, perencanaan yang matang dan evaluasi berkelanjutan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Menutup pernyataannya, Binton menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal implementasi program tersebut agar memberikan hasil konkret bagi masyarakat.

“Keberhasilan program ini bukan hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan warga Depok,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *