DEPOK | Fokuskota – Partai final Diphoria Fest 2025 Happy Kompetisi menghadirkan duel penuh tensi antara SMPN 68 Jakarta dan SMPN 3 Depok (Bento). Pertandingan berlangsung ketat hingga kuarter terakhir, bahkan Bento sempat memimpin jalannya laga. Namun, perjuangan keras itu harus terhenti setelah lawan unggul tipis 55–50, membuat Bento pulang dengan status runner up yang penuh kebanggaan.
Turnamen yang digagas Sekolah Islam Dian Didaktika, Cinere, ini menjadi edisi perdana dan langsung menyita perhatian publik. Final putra, Kamis (11/9), memperlihatkan betapa sengitnya persaingan antar-pelajar SMP di cabang bola basket.
Pelatih SMPN 3 Bento, Ananta, mengaku bangga atas performa anak asuhnya meski harus puas di posisi kedua. “Alhamdulillah bisa juara dua. Anak-anak menunjukkan permainan konsisten, bahkan sempat memimpin di kuarter kedua. Ke depan, kerja sama tim akan lebih dimaksimalkan,” ujarnya.
Tak hanya tim putra, tim putri SMPN 3 Bento juga berhasil menyumbang prestasi dengan meraih peringkat ketiga. Capaian ganda ini membuat nama Bento semakin diperhitungkan di kancah basket pelajar.
Ananta berharap, dukungan penuh dari sekolah dan para alumni akan terus mengalir agar basket SMPN 3 Bento bisa semakin berkembang. “Dengan semangat bersama, insya Allah kita bisa melahirkan pemain-pemain berprestasi,” tambahnya.
Diphoria Fest 2025 diharapkan menjadi kawah candradimuka lahirnya bibit-bibit basket muda sekaligus menumbuhkan sportivitas dan persahabatan di kalangan pelajar. (BLK)








