DEPOK | FOKUSKOTA.com – Suasana politik yang sejuk dan penuh kebersamaan kembali diperlihatkan para tokoh politik di Kota Depok dalam momentum silaturahmi pasca-Idulfitri. Pertemuan yang mempertemukan jajaran DPD PKS Kota Depok, pimpinan DPRD, tokoh lintas partai, hingga Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna, menjadi penanda kuat bahwa kontestasi politik telah usai dan kini saatnya seluruh elemen bersatu membangun Depok.
Ketua DPD PKS Kota Depok, Heridianto, S.K.M., menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar ajang halal bihalal, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan politik dan kebersamaan lintas elemen di Kota Depok.
Menurutnya, silaturahmi yang terjalin dengan hangat bersama Pradi Supriatna meninggalkan kesan mendalam, terutama karena banyak nasihat dan wejangan yang diberikan sebagai tokoh senior yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap Kota Depok,pada hari Jum’at (27/3/2026)
“Alhamdulillah, penerimaan beliau luar biasa. Banyak sekali pesan, nasihat, dan semangat kebersamaan yang beliau sampaikan kepada kami. Ini sangat berkesan, apalagi beliau adalah salah satu senior, tokoh, sekaligus sosok yang sangat peduli terhadap perjalanan Kota Depok,” ujar Heridianto.
Ia juga menilai bahwa suasana seperti ini perlu terus dijaga agar komunikasi politik di Depok semakin sehat, matang, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut membawa pesan besar tentang pentingnya jiwa kenegarawanan dalam kehidupan politik daerah. Ia menyebut, perbedaan pilihan dalam kontestasi politik tidak boleh menjadi alasan lahirnya sekat dan permusuhan di tengah masyarakat maupun antar elite politik.
Menurut Ade, momen Idulfitri harus dimaknai sebagai kesempatan untuk kembali menyatu sebagai sesama warga Depok, yang memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masa depan kota.
“Bang Pradi mengajarkan kita jiwa negarawan. Bahwa sekat-sekat politik itu tidak boleh membuat kita bermusuhan. Pilkada sudah selesai, sekarang kita semua kembali menjadi warga Depok. Kampung kita ya Depok. Baik buruknya Depok tergantung kita semua,” tegas Ade.
Ia menambahkan, politik sejatinya adalah amanah untuk menghadirkan kemudahan hidup bagi masyarakat, bukan sekadar arena kompetisi yang berkepanjangan. Karena itu, setelah pemimpin dipilih, seluruh pihak harus kembali fokus pada agenda pembangunan dan pelayanan publik.
“Yang ingin dilihat masyarakat itu bukan konflik politik, tapi bagaimana hidup mereka lebih mudah, lebih sejahtera, dan pelayanan publik semakin baik. Kontestasi politik selesai saat pemimpin publik sudah terpilih. Hari ini wali kota adalah wali kota untuk seluruh masyarakat Kota Depok,” katanya.
Ade juga menegaskan sikapnya sejak awal bahwa dalam sistem pemerintahan daerah tidak dikenal istilah oposisi sebagaimana dalam politik nasional. Ia merujuk pada semangat Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang menempatkan eksekutif dan legislatif sebagai satu kesatuan unsur penyelenggara pemerintahan.
“Di pemerintahan daerah, sesungguhnya tidak ada oposisi. Eksekutif dan legislatif adalah mitra dalam menjalankan pemerintahan dan memperbaiki pelayanan publik. Kalau masih ada residu Pilkada, ya itu yang harus kita akhiri bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi penanda bahwa kekuatan politik yang ada di Depok, termasuk PKS dan Gerindra, siap memperkuat komunikasi dan kerja sama dari tingkat pusat hingga daerah demi stabilitas pemerintahan dan percepatan pembangunan.
Nada serupa juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Khairulloh, yang menilai sosok Pradi Supriatna selama ini memiliki peran penting sebagai pemersatu warga Kota Depok. Ia mengaku telah lama mengenal Pradi sejak masih berkiprah di dunia usaha hingga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok.
Khairulloh menyebut, karakter sejuk dan terbuka yang dimiliki Pradi menjadi salah satu energi penting dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan di Kota Depok.
“Saya mengenal beliau sudah cukup lama. Dan saya mengapresiasi, Bang Pradi selama ini menjadi salah satu sosok pemersatu warga Kota Depok. Beliau bisa menjadi rival dalam politik, tapi tetap menghadirkan kesejukan dalam kehidupan demokrasi,” ujar Khairulloh.
Ia juga menyoroti rangkaian silaturahmi lintas tokoh yang terjadi pada momentum Idulfitri tahun ini, termasuk pertemuan antara Wali Kota Depok, Supian Suri, Pradi Supriatna, dan mantan Wali Kota Depok, KH Mohammad Idris. Menurutnya, hal tersebut menjadi gambaran bahwa persaudaraan dan kebersamaan adalah karakter asli masyarakat Depok.
“Momentum seperti ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa persaudaraan dan kebersamaan memang menjadi karakter masyarakat Kota Depok. Dan Bang Pradi punya peran penting menjaga nilai itu,” katanya.
Khairulloh menegaskan, ke depan komunikasi dan silaturahmi politik tidak boleh berhenti pada satu momentum saja. Ia bahkan membuka peluang agar silaturahmi serupa terus diperluas kepada seluruh kekuatan politik di Kota Depok demi membangun kultur politik yang lebih dewasa dan produktif.
“Kami ingin membangun politik silaturahmi, politik kebersamaan, demi sebaik-baiknya Kota Depok. Kita dukung pemerintahan Pak Haji Supian Suri dan Pak Chandra Rahmansyah untuk membawa Depok lebih maju,” tandasnya.
Sementara itu, Pradi Supriatna, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, menyambut hangat kunjungan jajaran DPD PKS Kota Depok dan Fraksi PKS. Menurutnya, pertemuan seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antartokoh dan memperkuat komunikasi politik yang sehat.
Ia menilai, suasana politik yang cair akan sangat membantu lahirnya solusi atas berbagai persoalan masyarakat, terutama ketika para pemimpin dan wakil rakyat memiliki ruang dialog yang terbuka dan saling menghormati.
“Saya sangat menyambut baik silaturahmi hari ini. Ini ajang yang sangat mulia. Banyak hal yang bisa kita kerja samakan, terutama dalam menangkap berbagai aspirasi masyarakat yang harus disampaikan kepada pengambil kebijakan,” kata Pradi.
Pradi menegaskan bahwa jabatan publik yang diemban setiap pemimpin dan wakil rakyat harus selalu dimaknai sebagai amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara administratif dan politik, tetapi juga secara moral dan spiritual.
“Intinya, amanah ini harus menjadi kebermanfaatan. Kita harus pastikan pertanggungjawabannya, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan komunikasi antara tokoh-tokoh politik, baik yang sedang menjabat maupun yang pernah memimpin, agar kebijakan yang lahir benar-benar bijak dan berangkat dari pengalaman serta kepentingan masyarakat luas.
Bagi Pradi, pertemuan lintas partai dan lintas generasi seperti ini adalah pertanda baik bahwa Kota Depok memiliki modal sosial dan politik yang kuat untuk terus bergerak maju.
“Yang terpenting, semua pihak di Depok punya semangat yang sama, yaitu ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kalau komunikasi terus terjalin baik, insyaallah banyak solusi yang bisa kita hadirkan bersama,” tutupnya.
Momentum silaturahmi ini pada akhirnya tidak hanya menjadi simbol rekonsiliasi politik, tetapi juga penegasan bahwa masa depan Kota Depok hanya bisa dibangun melalui kolaborasi, kedewasaan, dan kesediaan semua pihak untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok.
Di tengah dinamika politik yang kerap memunculkan perbedaan, pesan yang mengemuka dari pertemuan tersebut sangat jelas Depok membutuhkan persatuan, bukan perpecahan; kerja bersama, bukan sekat politik yang berkepanjangan. (Ht)








