Vandalisme Kembali Terjadi di Tahura Pancoran Mas, Dua Remaja Kepergok Corat-Coret Tengah Malam

IMG-20260731-WA0047

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Kawasan bersejarah Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas, Kota Depok, kembali dicemari aksi vandalisme. Sejumlah fasilitas di kawasan konservasi tersebut menjadi sasaran coretan tangan jahil yang diduga dilakukan remaja pada malam hari.

Kondisi itu membuat pengelola Tahura Pancoran Mas geram. Pasalnya, fasilitas yang telah berkali-kali dibersihkan kembali menjadi sasaran aksi serupa dalam waktu relatif singkat.

Kepala UPTD Tahura Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi, mengatakan upaya pembersihan sebenarnya rutin dilakukan. Namun, persoalan kembali muncul karena aksi vandalisme terus berulang.

“Sudah beberapa kali kita bersihkan, namun tidak beberapa lama terjadi lagi aksi coret-coret,” ujar Lintang saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).

Menurut Lintang, pengelola kini meningkatkan pengawasan, khususnya pada malam hari. Langkah tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah petugas memergoki dua remaja yang diduga sedang melakukan aksi vandalisme di kawasan Tahura.

“Hari ini tertangkap dua anak, namun satu di antaranya berhasil kabur,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran, remaja yang berhasil diamankan diketahui merupakan warga sekitar, tepatnya dari RW 03 Kelurahan Pancoran Mas, yang lokasinya berada di sisi selatan kawasan Tahura.

Alih-alih langsung membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, pengelola memilih pendekatan pembinaan. Pelaku diminta bertanggung jawab atas perbuatannya dengan membersihkan kembali fasilitas yang telah dicoret.

“Saya meminta anak-anak tersebut bertanggung jawab dengan membersihkan pagar yang sudah dicoret-coret menggunakan cat. Namun, karena kondisi sudah malam, proses pembersihan dilanjutkan besok,” tegas Lintang.

Lintang menilai persoalan vandalisme tidak bisa diselesaikan hanya dengan meningkatkan pengawasan atau memberikan sanksi. Kesadaran untuk menghormati fasilitas umum dan menjaga lingkungan, menurutnya, harus dibangun sejak anak berada dalam lingkungan keluarga.

“Edukasi dimulai dari rumah dan keluarga. Peran orang tua dan lingkungan keluarga menjadi penentu arah perilaku anak saat berada di luar rumah,” katanya.

Ia berharap orang tua tidak hanya mengawasi aktivitas anak di luar rumah, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik serta menghormati ruang yang memiliki nilai sejarah dan ekologis.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena Tahura Pancoran Mas bukan sekadar ruang terbuka hijau. Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan konservasi yang sangat penting bagi Kota Depok maupun Indonesia.

Lintang mengingatkan bahwa kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai kawasan cagar alam yang telah ditetapkan sejak 1913. Karena itu, tindakan merusak fasilitas di dalamnya bukan sekadar persoalan coretan di pagar, tetapi juga menyentuh upaya menjaga warisan sejarah dan kelestarian lingkungan.

“Anak-anak perlu ditumbuhkan sejak dini untuk menyayangi alam, karena alam adalah sumber kehidupan dan kesejahteraan manusia di bumi. Salah satu cara sederhananya adalah dengan menjaga sarana dan prasarana yang ada di kawasan ini,” pungkas Lintang.

Kasus vandalisme di Tahura Pancoran Mas sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga ruang publik tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas. Kesadaran masyarakat, terutama keluarga dan generasi muda, menjadi bagian penting agar kawasan konservasi dan fasilitas publik tetap terawat bagi semua.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *