Transformasi Digital Jadi Kunci Koperasi Maju, Musda Dekopin Kota Depok 2026 Resmi Digelar

IMG-20260122-WA0017

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok tahun 2026 resmi digelar dengan mengusung tema “Transformasi Digital adalah Kunci Koperasi Maju”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bank BJB Lantai 2, Jalan Margonda Raya No. 39, Depok, pada Kamis (22/1/2026).

Musda Dekopin Kota Depok dihadiri oleh Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, jajaran Dekopin Jawa Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi Kota Depok, pengurus koperasi, perwakilan Koperasi Merah Putih, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum strategis dan demokratis untuk menentukan arah kepemimpinan serta kebijakan gerakan koperasi di Kota Depok ke depan.

“Musyawarah daerah ini adalah momentum konsolidasi untuk memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian daerah. Koperasi tidak boleh hanya mengejar output, tetapi harus menghasilkan outcome dan impact nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Chandra.

Ia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z, dalam gerakan koperasi. Menurutnya, regenerasi menjadi tantangan serius yang harus segera dijawab agar koperasi tetap relevan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan zaman.

“Koperasi harus menjadi ruang ekonomi bersama, bukan alat ekonomi pribadi. Ukuran keberhasilan koperasi bukan hanya omzet atau laba, tetapi jumlah dan kualitas anggota, serta dampaknya terhadap penurunan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi,” tegasnya.

Chandra juga memaparkan kondisi ekonomi Kota Depok, termasuk rasio gini yang masih berada pada kategori sedang. Ia menilai pertumbuhan koperasi seharusnya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan sosial.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan bahwa transformasi digital merupakan langkah mutlak agar koperasi mampu beradaptasi, meningkatkan daya saing, serta menarik minat generasi muda untuk bergabung dan berpartisipasi aktif.

“Transformasi digital bukan pilihan, tetapi keharusan. Koperasi yang tidak adaptif akan tertinggal. Digitalisasi adalah jembatan agar koperasi tetap hidup, tumbuh, dan relevan,” katanya.

Selain itu, Chandra mendorong penguatan edukasi koperasi sejak dini, termasuk melalui dunia pendidikan. Ia mengusulkan agar koperasi dapat dikenalkan melalui kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler di sekolah sebagai bagian dari pendidikan demokrasi ekonomi.

Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, siap mendukung penuh penguatan kelembagaan, tata kelola koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pembiayaan dan kemitraan usaha, termasuk kolaborasi dengan Bank BJB dan TP PKK Kota Depok.

Mengakhiri sambutannya, Chandra Rahmansyah berharap Musda Dekopin Kota Depok 2026 mampu melahirkan kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan visioner, serta menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan koperasi dan kesejahteraan masyarakat Kota Depok.

“Dengan mengedepankan musyawarah mufakat, kebersamaan, dan kepentingan bersama, saya berharap koperasi benar-benar menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *