Tak Sekadar Berprestasi, Dua Siswa SMA IT Daarul Rahman III Siap Harumkan Depok di OSN Jawa Barat

IMG-20260719-WA0045

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Di tengah ketatnya persaingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang hanya memberi ruang bagi peserta terbaik, SMA IT Daarul Rahman III kembali menegaskan kualitas pendidikan yang dibangunnya. Dua siswanya sukses menembus seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kota (OSN-K) dan resmi melangkah ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Capaian ini bukan sekadar torehan prestasi, melainkan penanda bahwa budaya belajar, disiplin, dan pembinaan akademik yang konsisten mulai melahirkan generasi berdaya saing tinggi.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMA IT Daarul Rahman III. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, sekolah berbasis pesantren itu mampu mengirimkan dua wakil terbaiknya untuk bersaing dengan para pelajar unggulan dari seluruh Jawa Barat.

Dua siswa yang berhasil mengukir prestasi tersebut adalah M. Athaya Fayyadh yang lolos pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) serta Nafisah Alzhafirah pada bidang Biologi. Setelah melewati seleksi ketat di tingkat kota, keduanya kini tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.

Bagi SMA IT Daarul Rahman III, keberhasilan ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar lolos dalam kompetisi akademik. Prestasi tersebut menjadi refleksi keberhasilan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai keislaman.

Kepala SMA IT Daarul Rahman III, Miki, mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraih kedua siswanya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan kerja keras siswa, dedikasi guru pembimbing, serta dukungan penuh seluruh civitas sekolah.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Tahun ini ada dua siswa kami yang berhasil lolos dari tingkat kota menuju tingkat Provinsi Jawa Barat. M. Athaya Fayyadh akan mewakili bidang IPS, sedangkan Nafisah Alzhafirah mewakili bidang Biologi. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi sekolah dan menjadi bukti bahwa kerja keras serta kesungguhan dalam belajar akan menghasilkan prestasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, sekolah tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut. Pendampingan akademik akan terus diperkuat agar kedua siswa mampu tampil maksimal pada seleksi tingkat provinsi.

Menurut Miki, Olimpiade Sains Nasional bukan hanya kompetisi mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk pola pikir ilmiah, kemampuan analisis, kreativitas, dan mental pantang menyerah yang dibutuhkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

“Harapan kami, ini menjadi titik awal bagi SMP dan SMA IT Pondok Pesantren Daarul Rahman III untuk terus mengukir prestasi, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga mampu menembus tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional. Kami ingin prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa agar terus semangat belajar, berani berkompetisi, dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya.

Optimisme serupa disampaikan Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman III Kota Depok, Hj. Qonita Lutfiyah. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil nyata dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten antara pesantren, sekolah, guru, dan keluarga.

Menurutnya, prestasi akademik tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan disiplin, ketekunan, dan komitmen menjaga kualitas pendidikan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih ananda M. Athaya Fayyadh dan Nafisah Alzhafirah. Capaian ini tentu bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk terus mempertahankan hal-hal baik yang sudah dibangun selama ini, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan agar ke depan lahir lebih banyak lagi siswa berprestasi,” tuturnya.

Qonita berharap keberhasilan kedua siswa tersebut menjadi energi positif bagi seluruh peserta didik di lingkungan Daarul Rahman III. Ia menegaskan bahwa setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk berprestasi selama memiliki tekad, disiplin, dan kemauan belajar yang kuat.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas agar semakin giat belajar, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap kesempatan. Kami ingin semangat berprestasi ini tumbuh menjadi budaya di lingkungan Daarul Rahman III, sehingga semakin banyak siswa yang mampu mengharumkan nama sekolah, pesantren, dan Kota Depok di berbagai ajang akademik,” ujarnya.

Menjelang pelaksanaan OSN tingkat Provinsi Jawa Barat, pihak sekolah mengajak seluruh masyarakat, orang tua, alumni, dan keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Rahman III untuk memberikan doa dan dukungan kepada kedua wakil sekolah.

“Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar kedua ananda diberikan kesehatan, kemudahan, ketenangan, serta hasil terbaik pada seleksi tingkat provinsi. Semoga Allah SWT memberikan jalan sehingga mereka dapat melangkah ke tingkat nasional dan mengharumkan nama Pondok Pesantren Daarul Rahman III, Kota Depok, serta Jawa Barat,” pungkas Qonita.

Keberhasilan M. Athaya Fayyadh dan Nafisah Alzhafirah menjadi pesan kuat bahwa sekolah berbasis pesantren tidak hanya unggul dalam pembentukan karakter dan akhlak, tetapi juga mampu melahirkan pelajar berprestasi yang siap bersaing di panggung akademik. Kini, harapan besar tertuju pada langkah mereka di tingkat Provinsi Jawa Barat, dengan satu target berikutnya: membawa nama Depok menuju Olimpiade Sains Nasional tingkat nasional.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *