Hamzah: HUT ke-27 Jadi Fondasi Besar, Depok Matangkan Diri Menuju Tuan Rumah dan Juara Porprov 2026

IMG-20260426-WA0018

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Depok tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah pembangunan kota. Berbagai kegiatan yang digelar mencerminkan sinergi lintas sektor, mulai dari pengembangan ruang publik, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan prestasi olahraga.

Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah, menilai rangkaian kegiatan tersebut bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari satu desain besar pembangunan yang saling terintegrasi.

“HUT ke-27 ini adalah momentum menyatukan berbagai elemen pembangunan. Ruang publik, semangat Kartini, dan olahraga menjadi satu kesatuan dalam membentuk Depok yang maju dan berdaya saing,” ujarnya di Lapangan Balai Kota, kawasan Margonda, Minggu (26/4/2026).

Ia menekankan bahwa ruang publik memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas masyarakat yang inklusif. Selain menjadi tempat interaksi sosial, ruang publik juga berfungsi sebagai sarana pembinaan, termasuk dalam mencetak bibit atlet dan membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.

Di sisi lain, nilai-nilai yang diangkat dalam peringatan Hari Kartini turut memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Hamzah menilai perempuan memiliki kontribusi besar, baik dalam keluarga maupun dalam melahirkan generasi atlet yang berprestasi.

“Semangat Kartini harus diwujudkan dalam kebijakan yang memberi ruang luas bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi, termasuk di dunia olahraga,” katanya.

Dalam sektor olahraga, ia melihat adanya lonjakan partisipasi masyarakat yang signifikan. Antusiasme tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendorong prestasi, khususnya menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, di mana Depok akan bertindak sebagai tuan rumah.

“Kita punya energi besar dari masyarakat dan atlet. Ini menjadi kekuatan kolektif untuk meraih target, bahkan menembus lima besar bukan hal yang mustahil,” ungkapnya optimistis.

Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian prestasi membutuhkan proses panjang dan tidak instan. Pembinaan harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berbasis pendekatan ilmiah, termasuk penerapan sport science serta penguatan mental atlet.

“Latihan harus terstruktur dan berkelanjutan. Selain fisik, mental bertanding juga sangat menentukan. Atlet harus siap secara teknis dan psikologis,” tegasnya.

Hamzah juga menyoroti pentingnya literasi olahraga dalam era modern. Kemampuan membaca strategi, menganalisis permainan, serta mengambil keputusan cepat di lapangan menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.

Lebih jauh, ia menilai status Depok sebagai tuan rumah Porprov 2026 merupakan peluang emas untuk melakukan lompatan besar, tidak hanya dalam prestasi tetapi juga dalam tata kelola event olahraga.

“Ini momentum langka. Kita harus siap dari segala aspek—fasilitas, manajemen, hingga pelayanan bagi atlet dan tamu daerah,” jelasnya.

Menurutnya, kesuksesan Porprov tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang ditinggalkan, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, tumbuhnya ekonomi lokal, dan semakin kuatnya budaya olahraga di masyarakat.

“Porprov harus menjadi warisan. Dampaknya harus terasa luas, mulai dari UMKM hingga gaya hidup sehat masyarakat,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Hamzah mengajak seluruh elemen untuk bersatu menyukseskan Porprov 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang solid.

“Ini panggung bersama. Jika kita bergerak satu arah dan konsisten, Depok tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak prestasi yang membanggakan,” tutupnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *