DLHK Depok Gandeng Kampus, UPS Disiapkan Jadi Laboratorium Inovasi Pengelolaan Sampah

IMG-20261017-WA0018

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan kalangan perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengatasi persoalan sampah.

Tak sekadar menjadi tempat pengolahan sampah, Unit Pengolahan Sampah (UPS) di Kota Depok juga didorong menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan riset, menguji gagasan, serta mencari inovasi pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, saat menerima kunjungan puluhan mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Program Studi Teknik Industri, Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), di fasilitas UPS Kota Depok, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan sampah sekaligus mempelajari tata kelola yang diterapkan DLHK. Pengalaman lapangan ini diharapkan dapat mempertemukan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan persoalan nyata yang dihadapi dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Reni menegaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan konvensional. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki sumber daya akademik untuk melakukan penelitian, mengembangkan teknologi, dan merumuskan metode pengolahan yang lebih efektif.

“Permasalahan lingkungan, khususnya penanganan dan pengurangan sampah, dapat menjadi referensi keilmuan akademisi yang sangat berharga untuk diimplementasikan secara nyata di lapangan,” ujar Reni.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan menjadi salah satu peluang untuk memperkuat upaya pengurangan sampah sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaannya.

Karena itu, DLHK Depok membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi, universitas, dan sekolah tinggi di wilayah Jabodetabek. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kunjungan edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan penelitian terapan dan pengembangan inovasi yang menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kami mendorong kerja sama dan kolaborasi aktif dengan kampus-kampus di Jabodetabek untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan sampah melalui pendekatan ilmiah dan inovasi teknologi,” katanya.

Keterlibatan mahasiswa Teknik Industri dinilai membuka peluang untuk mengkaji berbagai aspek pengelolaan sampah, mulai dari efektivitas proses kerja, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, hingga peluang pengembangan sistem pengolahan yang lebih berkelanjutan.

Gagasan dan hasil penelitian mahasiswa diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan fasilitas pengolahan sampah di Depok. Dengan demikian, kegiatan akademik tidak hanya menghasilkan kajian teoritis, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan lingkungan.

DLHK Depok berharap fasilitas UPS dapat berkembang menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat dan institusi pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, upaya membangun kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pencarian solusi teknis untuk mengurangi persoalan sampah.

Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih terukur, inovatif, dan berkelanjutan. Ke depan, keberhasilan sinergi tersebut diharapkan dapat terlihat melalui lahirnya riset aplikatif serta penerapan inovasi yang mendukung perbaikan pengelolaan sampah di Kota Depok.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *