Selamatkan Ekosistem Setu Pladen, Penggiat Lingkungan Bergerak Lewat Aksi Tanam Melati Air

IMG-20261016-WA0024

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata di kawasan Dermaga Setu Pladen, Kecamatan Beji, Kota Depok. Sejumlah penggiat lingkungan bersama pemerintah setempat melakukan penanaman melati air sebagai bagian dari gerakan konservasi untuk menjaga ekosistem danau dan mendorong pemulihan kualitas air, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan GrassRoot Depok, LSM Prabu, Radio Relawan Depok (RRD), serta Lurah Beji, Samsu. Selain penanaman, kegiatan diisi dengan peninjauan kondisi perairan bersama tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk pengambilan sampel air dan pemeriksaan laboratorium.

Langkah ini dilakukan menyusul adanya gumpalan berwarna hitam dan hijau di permukaan air yang disertai aroma tidak sedap. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi kualitas air sekaligus mengidentifikasi kemungkinan penyebab gangguan tersebut.

Hasil pengujian diharapkan menjadi dasar bagi instansi terkait dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, sehingga upaya pemulihan lingkungan dapat dilakukan berdasarkan data dan kondisi faktual di lapangan.

Koordinator aksi dari GrassRoot Depok, Suryadi Boges, mengatakan penanaman melati air merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian Setu Pladen. Menurutnya, konservasi danau membutuhkan kepedulian yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Ia menilai keberadaan danau memiliki peran penting bagi keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, upaya menjaga kebersihan, memantau kondisi perairan, serta merawat ekosistem harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan berbagai pihak.

“Gerakan konservasi ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kepedulian terhadap Setu Pladen. Kita ingin danau ini tetap terjaga, fungsi ekologisnya terlindungi, dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat hingga generasi mendatang,” menjadi pesan utama gerakan konservasi tersebut.

Sementara itu, Ketua Radio Relawan Depok, Karmila Sari, menegaskan bahwa pelestarian Setu Pladen tidak cukup hanya dengan menanam tanaman air. Diperlukan kerja sama lintas sektor, pengawasan berkelanjutan, serta tindak lanjut yang jelas terhadap persoalan lingkungan yang ditemukan.

“Bagi kami, menjaga Setu Pladen bukan sekadar menanam tanaman air atau melakukan kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah memastikan danau ini tetap berfungsi dengan baik, kualitas airnya terjaga, dan persoalan lingkungan yang muncul ditangani berdasarkan hasil kajian yang jelas,” ujar Karmila.

Ia berharap gerakan konservasi ini dapat menjadi agenda bersama yang mempertemukan pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian danau. Konsistensi dalam menjalankan program serta tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan kualitas air dinilai penting agar upaya pelestarian memberikan dampak nyata.

Sebagai kelanjutan dari aksi tersebut, Gerakan Konservasi Bakti Danau direncanakan mencakup berbagai kegiatan pelestarian, termasuk kajian penempatan tanaman air lain seperti teratai. Pemilihan jenis tanaman akan mempertimbangkan kondisi ekologis dan kebutuhan badan air agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

Koordinasi juga akan terus didorong bersama Kelompok Kerja (Pokja) Setu Pladen, DLHK, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bidang Sumber Daya Air (SDA), Kelurahan Beji, Pokdarwis Setu Pladen, serta Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan fungsi danau sebagai kawasan resapan air, menjaga kualitas lingkungan, serta mewujudkan ruang perairan yang lebih bersih dan sehat.

Para penggiat lingkungan juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pelestarian danau sebagai tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu saja. Kepedulian warga dalam menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan melaporkan indikasi pencemaran merupakan bagian penting dari perlindungan lingkungan.

Melalui gerakan konservasi yang berkesinambungan, Setu Pladen diharapkan tidak hanya menjadi kawasan perairan yang terjaga, tetapi juga ruang ekologis yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan Kota Depok.

Ke depan, keberhasilan upaya ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengawasan, hasil pemeriksaan kualitas air, serta tindak lanjut nyata dari seluruh pihak terkait.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *