Gumpalan Berwarna dan Bau Tak Sedap di Setu Pladen Disorot, Lurah Beji Minta DLHK Segera Uji Sampel Air

IMG-20261016-WA0035

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Kondisi perairan Setu Pladen di Kecamatan Beji, Kota Depok, menjadi perhatian setelah ditemukan gumpalan berwarna di permukaan air yang disertai aroma tidak sedap. Menyikapi kondisi tersebut, Lurah Beji, Samsu Sadikin, mengaku telah menyurati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) agar segera mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratorium.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi kualitas air sekaligus mengetahui penyebab munculnya gumpalan tersebut. Pemeriksaan laboratorium dinilai penting agar penanganan tidak hanya berdasarkan dugaan, tetapi mengacu pada hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Samsu mengatakan, dirinya bersama sejumlah pihak telah meninjau langsung kondisi perairan Setu Pladen. Dari pemantauan tersebut, terlihat adanya perubahan kondisi permukaan air yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Saya sudah bersurat kepada DLHK agar segera mengambil sampel air dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Kami ingin masyarakat juga mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dan apa penyebab munculnya gumpalan di permukaan air tersebut,” ujar Samsu.

Menurutnya, pemeriksaan harus menjadi langkah awal untuk memperoleh kepastian mengenai kondisi perairan. Dengan hasil laboratorium, instansi terkait dapat menentukan langkah penanganan sesuai temuan di lapangan.

Selain meminta pemeriksaan kualitas air, Samsu menyampaikan bahwa pihak kelurahan akan kembali memantau kondisi kawasan Setu Pladen pada waktu mendatang.

Ia juga menyinggung adanya aktivitas usaha di sekitar lokasi yang perlu mendapat perhatian, termasuk dugaan persoalan saluran pembuangan di sekitar kawasan tersebut. Namun, keterkaitan aktivitas usaha dengan perubahan kondisi air belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penelusuran.

“Saya sebagai lurah akan terus mengingatkan masyarakat dan pihak-pihak yang beraktivitas di sekitar lokasi agar ikut menjaga lingkungan. Saya juga akan datang kembali untuk mengecek kondisi di lapangan,” katanya.

Samsu menambahkan, apabila diperlukan, pihak kelurahan akan melayangkan surat kepada pemilik usaha terkait untuk dimintai keterangan sekaligus diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi pencemaran.

Menurutnya, pelaku usaha maupun masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Saluran pembuangan perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan persoalan yang dapat mengganggu kebersihan dan kualitas perairan.

Persoalan yang muncul di Setu Pladen membutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kondisi air dan kemungkinan sumber gangguannya. Karena itu, hasil pengujian laboratorium diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam menentukan tindak lanjut.

Pemeriksaan tersebut juga penting untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat sekaligus menghindari kesimpulan prematur mengenai dugaan pencemaran.

Samsu menegaskan, pemerintah kelurahan akan mendorong pemantauan lanjutan dan memberikan edukasi kepada pihak-pihak yang dinilai perlu diingatkan mengenai tanggung jawab menjaga lingkungan.

Ia berharap koordinasi dengan DLHK dan pihak terkait dapat mempercepat penanganan sehingga kondisi Setu Pladen dapat terpantau dengan baik.

Upaya menjaga kelestarian danau, lanjutnya, membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat perlu memastikan aktivitas di sekitar perairan tidak mengabaikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kini, hasil pemeriksaan sampel air menjadi salah satu hal penting yang dinantikan untuk membantu mengungkap kondisi sebenarnya di Setu Pladen serta menentukan langkah penanganan yang tepat.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *