DEPOK | FOKUSKOTA.com – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah kembali menjadi ruang pemersatu bagi para tokoh dan kekuatan politik di Kota Depok. Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, menyambut hangat kunjungan jajaran PKS dalam agenda silaturahmi Lebaran yang berlangsung penuh keakraban di kediamannya di kawasan Panmas, Depok, Sabtu (28/3/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran penting PKS Kota Depok, di antaranya Ketua DPD PKS Kota Depok, Ketua DPRD Kota Depok, serta sejumlah anggota Fraksi PKS. Kehadiran para tokoh lintas partai itu dinilai bukan sekadar kunjungan seremonial Idulfitri, melainkan menjadi penanda mencairnya kembali hubungan politik pasca kontestasi Pilkada.
Suasana yang terbangun dalam pertemuan itu menunjukkan adanya semangat baru untuk merajut komunikasi yang lebih sehat, dewasa, dan konstruktif. Di tengah dinamika politik yang sempat memunculkan perbedaan tajam, silaturahmi ini menjadi simbol bahwa kompetisi politik tidak harus berujung pada keterbelahan berkepanjangan.
Mazhab HM menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik adalah bagian yang lumrah dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi lahirnya kembali kerja sama demi kepentingan masyarakat luas.
“Perbedaan sikap adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menemukan titik temu dan kembali bekerja bersama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa PPP dan PKS memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik dan pembangunan Kota Depok. Pengalaman pernah berjalan dalam satu barisan, kata dia, menjadi fondasi penting untuk membangun kembali sinergi yang lebih kokoh di masa mendatang.
“Kita pernah berada dalam satu perahu, mengawal pembangunan Depok dalam waktu yang cukup panjang. Perbedaan pada Pilkada lalu adalah bagian dari dinamika. Kini saatnya kita meneguhkan kembali kebersamaan itu,” tutur Mazhab.
Menurutnya, kunjungan jajaran PKS ke kediamannya merupakan cerminan kedewasaan politik yang patut diapresiasi. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa kepentingan publik harus ditempatkan di atas kepentingan politik jangka pendek.
Mazhab pun menekankan bahwa ke depan, ruang kolaborasi antarkekuatan politik harus semakin diperluas, terutama dalam mengawal program-program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menilai, komunikasi yang inklusif dan berkelanjutan akan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat efektivitas pemerintahan daerah.
“Ke depan, komunikasi dan kolaborasi harus terus diperkuat. Tidak ada lagi ruang bagi sekat-sekat sementara. Masyarakat menantikan kerja nyata yang dapat dirasakan secara langsung,” tegasnya.
Pertemuan ini pun dibaca sebagai sinyal awal menguatnya konsolidasi politik di Kota Depok. Mencairnya hubungan antara PPP dan PKS diyakini dapat membuka peluang lahirnya kerja sama yang lebih solid dalam menjaga stabilitas daerah serta mempercepat agenda pembangunan.
Bagi banyak pihak, silaturahmi politik semacam ini menjadi pesan penting bahwa kontestasi tidak boleh memutus komunikasi, apalagi menghambat kepentingan masyarakat. Justru setelah kompetisi usai, yang dibutuhkan adalah kedewasaan untuk kembali duduk bersama dan membangun arah yang lebih baik bagi kota.
Menutup pernyataannya, Mazhab HM menegaskan bahwa rekonsiliasi politik tidak boleh berhenti pada simbol dan pertemuan seremonial semata. Menurutnya, kebersamaan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang berkelanjutan demi masa depan Depok yang lebih maju dan inklusif.
“Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi persatuan adalah fondasi kemajuan. Kini saatnya kita melangkah bersama, memastikan pembangunan Depok memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.(Ht)








