DEPOK | FOKUSKOTA.com – Dewan Penasihat DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Depok yang juga Anggota DPR RI, Nuroji, menyerukan penguatan konsolidasi internal dan kerja politik yang lebih progresif di tengah masyarakat. Ia menegaskan, kekuatan partai hanya akan terbangun jika seluruh struktur bergerak serentak hingga ke akar rumput.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi jajaran pengurus DPC, Fraksi, PAC, ranting, hingga organisasi sayap Gerindra Kota Depok di kediaman Ketua DPC Gerindra Depok, Pradi Supriatna, Senin (2/3/2026).
Dalam arahannya, Nuroji menekankan pentingnya pembenahan struktur organisasi sebagai fondasi utama menghadapi dinamika politik ke depan. Menurutnya, konsolidasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana evaluasi untuk memastikan kesiapan mesin partai bekerja secara maksimal.
“Struktur harus kuat dan tertata. Setiap lini kepengurusan perlu aktif dan hadir dalam setiap konsolidasi agar kita tahu sejauh mana kesiapan organisasi. Kalau fondasinya kokoh, gerakan politik akan lebih terarah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Gerindra lahir sebagai partai gerakan yang identik dengan keberpihakan kepada rakyat. Karena itu, para kader diminta tidak pasif menunggu instruksi, melainkan proaktif menjalin komunikasi dan menyampaikan capaian program pemerintah kepada masyarakat.
“Jangan hanya menunggu komando. Kader harus turun langsung, berdialog dengan warga, dan menjelaskan program yang sudah berjalan. Itulah karakter partai gerakan,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, Nuroji juga menyoroti tantangan politik di era digital. Ia menilai arus informasi di media sosial kerap menghadirkan isu yang belum tentu akurat, bahkan berpotensi menyesatkan opini publik. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya peran kader sebagai penyambung informasi yang benar.
“Kita tidak boleh diam ketika ada informasi yang tidak sesuai fakta. Kader harus mampu memberikan klarifikasi yang objektif kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah telah menunjukkan dampak positif di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi. Namun, capaian tersebut kerap tertutup oleh narasi negatif yang berkembang tanpa verifikasi.
Ia juga mengingatkan bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara proporsional dan berbasis data. Pembangunan, kata dia, membutuhkan proses dan tidak bisa dinilai secara instan.
Dalam kesempatan tersebut, Nuroji turut menyinggung target politik Gerindra di Kota Depok pada pemilu mendatang, yakni peningkatan jumlah kursi di DPRD. Target tersebut, menurutnya, realistis dicapai jika seluruh struktur bekerja solid dan terorganisasi.
“Kita punya target menambah kursi. Tapi itu hanya bisa tercapai kalau seluruh elemen partai bergerak bersama dan konsisten bekerja di tengah masyarakat,” tandasnya.
Menutup arahannya, Nuroji menegaskan bahwa konsolidasi berkelanjutan, soliditas kader, dan kerja nyata di lapangan merupakan kunci memperkuat pengaruh politik Gerindra sekaligus menjaga kepercayaan publik menjelang agenda politik ke depan. (Ht)








