DEPOK | FOKUSKOTA.com – Di tengah maraknya berbagai isu sosial yang menjadi perhatian publik, pembinaan generasi muda dinilai harus dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan pendidikan, pendampingan, dan penguatan karakter. Upaya tersebut dianggap lebih efektif dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dibandingkan hanya mengedepankan pendekatan sanksi.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital yang dapat diakses tanpa batas.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak dan remaja agar memiliki pondasi moral, etika, serta tanggung jawab sosial yang kuat.
“Anak-anak muda saat ini tumbuh di era yang sangat terbuka. Karena itu, pendidikan karakter, penguatan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial harus menjadi perhatian bersama,” ujar Yuni, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai pembentukan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan. Peran keluarga, lingkungan masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah harus berjalan beriringan agar proses pembinaan berlangsung secara berkelanjutan.
Yuni menjelaskan bahwa setiap persoalan sosial yang muncul di kalangan remaja perlu disikapi secara bijaksana melalui pendekatan edukatif dan preventif. Dalam hal ini, layanan konseling memiliki posisi yang sangat penting sebagai sarana pendampingan, pembinaan mental, sekaligus penguatan ketahanan sosial generasi muda.
Menurutnya, konseling tidak hanya berfungsi membantu individu menyelesaikan persoalan pribadi, tetapi juga membangun kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita harus menyediakan ruang pembinaan yang sehat agar generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, Yuni mengingatkan bahwa berbagai isu yang berkembang di ruang publik hendaknya tidak disikapi dengan stigma, perundungan, maupun penghakiman. Pendekatan dialogis dan edukatif dinilai jauh lebih konstruktif dalam menjaga harmoni sosial sekaligus membantu proses pembelajaran bagi generasi muda.
Ia juga menekankan pentingnya lembaga pendidikan memiliki pedoman yang jelas dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang di lingkungan peserta didik. Dengan adanya panduan yang terarah, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan mampu mencegah munculnya konflik sosial.
Selain pendidikan karakter, Yuni mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan, wawasan kebangsaan, literasi digital, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas.
Menurutnya, tidak semua persoalan sosial harus selalu direspons dengan pembentukan regulasi baru. Yang lebih penting adalah memastikan aturan yang telah ada dapat diterapkan secara optimal serta didukung program-program pembinaan yang menyentuh akar persoalan.
“Yang dibutuhkan adalah implementasi aturan yang baik, disertai penguatan pendidikan karakter, literasi digital, layanan konseling bagi remaja, dan peran aktif keluarga dalam mendampingi anak-anak mereka,” tegasnya.
DPRD Kota Depok, lanjut Yuni, mendukung berbagai langkah yang bertujuan menjaga nilai-nilai sosial, budaya, dan religius yang hidup di tengah masyarakat. Namun, upaya tersebut harus dilakukan dengan mengedepankan dialog, saling menghormati, dan semangat persatuan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Ukuran keberhasilan sebuah masyarakat bukan hanya pada kemampuannya memberikan sanksi, tetapi juga pada kemampuannya membina, mendampingi, dan menyiapkan generasi mudanya agar tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas. Pendidikan karakter dan layanan konseling harus menjadi investasi penting untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.(Ht)








