SkyFast Terbang Tinggi di Singapura, Inovasi Drone Otonom Mahasiswa UPER Harumkan Nama Indonesia

IMG-20260508-WA0002

JAKARTA | FOKUSKOTA.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Tim RETRO dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) berhasil mencuri perhatian dalam ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 melalui inovasi drone otonom bernama SkyFast.

 

Kompetisi teknologi bergengsi yang berlangsung di Singapore EXPO pada 7–11 April 2026 tersebut mempertemukan berbagai tim unggulan dari Indonesia dan Singapura dalam pengembangan teknologi penerbangan tanpa awak berbasis kecerdasan buatan dan sistem navigasi mandiri.

 

Melalui kategori High Speed Drone Flock, Tim RETRO sukses meraih predikat 3rd Runner Up berkat kemampuan SkyFast yang dirancang mampu bermanuver cepat secara otonom di ruang sempit dan lingkungan kompleks tanpa kendali pilot.

 

Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa karena Universitas Pertamina tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang berhasil menembus jajaran terbaik dalam kompetisi tersebut.

 

Ketua Tim RETRO, Arkhen Bassam Ayubi, menjelaskan bahwa SkyFast dikembangkan untuk menjawab tantangan industri modern yang membutuhkan sistem drone berkecepatan tinggi dengan kemampuan navigasi adaptif di lingkungan tidak terstruktur.

 

“SkyFast dirancang untuk bergerak secara mandiri dengan kecepatan tinggi sambil mampu mendeteksi dan menghindari rintangan secara real time. Sistem ini diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.

 

Drone tersebut mampu melaju hingga 5 meter per detik dan melewati celah sempit berukuran 1,5 × 1,5 meter tanpa intervensi manusia. Keunggulan ini diperkuat dengan teknologi sensor LiDAR, algoritma pencarian jalur A-STAR, serta sistem komputasi FAST-LIO yang memungkinkan pemetaan lingkungan secara cepat dan presisi.

 

Tidak hanya unggul dari sisi perangkat lunak, SkyFast juga dirancang dengan konsep 100% Crash-Proof Geometry menggunakan material PLA-Carbon dan pelindung baling-baling berbasis Carbon-Nylon hybrid, sehingga memiliki daya tahan tinggi terhadap benturan saat bermanuver ekstrem.

 

Tim RETRO sendiri terdiri dari Arkhen Bassam Ayubi, Nanda Agricioleovi, R. R. Dwigyantosa R., Inggil Giri Wiranata, Demas Zaky Musa, Muzaki Ahmad F., Rayzar Raja F., Quinadiene Nasywa A., dan Joseph Yang, di bawah bimbingan Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER, Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T.

 

Dalam kompetisi tersebut, Tim RETRO finis di posisi keempat, berada tepat di bawah National University of Singapore, Nanyang Technological University, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

 

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan mahasiswa UPER menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas besar dalam pengembangan teknologi otonom berbasis kecerdasan buatan.

 

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dalam pengembangan teknologi masa depan dan menghadirkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan industri maupun nasional,” ungkapnya.

 

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri drone global, kehadiran SkyFast menjadi simbol optimisme baru bahwa inovasi teknologi karya anak bangsa mampu tampil kompetitif di panggung internasional.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *