DEPOK | FOKUSKOTA.com – Semarak Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-Alun Grand Depok City (GDC), Jumat (8/5/2026), menghadirkan lebih dari sekadar pesta rakyat. Ribuan warga yang memadati lokasi larut dalam nuansa budaya, hiburan tradisional, hingga kehangatan interaksi langsung dengan para tokoh daerah.
Di tengah kemeriahan itu, perhatian masyarakat tertuju pada sosok Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si. Kehadirannya yang membaur tanpa jarak dengan warga menciptakan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Mengenakan busana bernuansa Betawi-Depok berwarna merah dengan sentuhan tradisional yang elegan, Hj. Yuni tampak menyapa warga satu per satu, melayani ajakan berfoto, hingga berbincang santai dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
Sikapnya yang tenang, hangat, namun tetap berwibawa membuat banyak warga menaruh simpati. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menyebut dirinya sebagai figur perempuan yang memiliki karakter kepemimpinan kuat sekaligus keibuan.
Dalam keterangannya, Hj. Yuni menilai Lebaran Depok bukan hanya agenda tahunan semata, melainkan ruang besar untuk memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan sosial masyarakat Kota Depok.
“Lebaran Depok menjadi momentum penting untuk menjaga nilai kebersamaan dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah. Antusiasme warga hari ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap Kota Depok masih sangat kuat,” ujar Hj. Yuni.
Menurutnya, keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Depok merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman budaya, suku, dan latar belakang menjadi kekayaan yang memperkuat persatuan masyarakat Depok. Inilah wajah Depok yang harmonis dan penuh toleransi,” katanya.
Di hadapan warga, Hj. Yuni juga mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan kepedulian sosial agar tidak hanya hadir saat perayaan berlangsung, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kondusivitas kota sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun Depok yang nyaman dan maju.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga disampaikan Hj. Yuni kepada generasi muda. Ia berharap anak-anak muda Depok tidak melupakan akar budaya di tengah derasnya perkembangan teknologi dan tren modernisasi.
“Generasi muda harus bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Budaya lokal jangan sampai kalah oleh perkembangan zaman. Justru melalui kreativitas dan teknologi, budaya Depok bisa diperkenalkan lebih luas dengan cara yang lebih modern dan menarik,” ungkapnya.
Menurut Hj. Yuni, masa depan budaya daerah sangat bergantung pada kepedulian generasi muda dalam menjaga, mengenal, dan melestarikannya.
“Modernisasi boleh berkembang, tetapi jati diri budaya harus tetap dijaga. Saya percaya anak muda Depok mampu menjadi pelopor pelestarian budaya yang kreatif, inovatif, dan membanggakan,” tutupnya.(Ht)








