Prestasi Ada, Pengakuan Minim: Pelatih Basket Kritik Sistem Jalur Prestasi Sekolah

IMG-20260124-WA0002

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Pelatih tim basket pelajar Kota Depok, Ananta, menilai jalur prestasi sekolah sejatinya memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi atlet pelajar. Namun hingga kini, peran tersebut dinilai belum berjalan optimal, khususnya bagi cabang olahraga beregu, karena belum didukung sertifikat resmi yang memiliki kekuatan administratif.

Hal itu disampaikan Ananta usai pelaksanaan Liga Basket Pelajar Piala Wali Kota Depok 2026 yang digelar di GOR Kota Depok, Jumat (23/1/2026). Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi atlet pelajar bukanlah minimnya prestasi, melainkan lemahnya pengakuan administratif melalui sertifikat jalur prestasi olahraga beregu.

Ananta mengungkapkan, atlet dari cabang olahraga beregu seperti basket kerap berada pada posisi kurang menguntungkan saat mengikuti seleksi masuk SMA negeri melalui jalur prestasi. Padahal, prestasi yang diraih tidak jarang berada di level kota bahkan berulang kali menorehkan gelar juara.

“Anak-anak kami sering juara dan membawa nama sekolah serta Kota Depok. Tapi saat masuk jalur prestasi, kendala utamanya adalah sertifikat. Untuk olahraga beregu, sertifikat yang benar-benar diakui itu masih sangat terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem jalur prestasi saat ini masih cenderung berpihak pada prestasi individu, baik akademik maupun non-akademik seperti cabang olahraga bela diri. Sementara itu, olahraga beregu kerap dipandang sebelah mata, meskipun memiliki sistem pembinaan, kompetisi resmi, serta jenjang prestasi yang jelas.

Kondisi tersebut, lanjut Ananta, tidak hanya merugikan atlet pelajar, tetapi juga berpotensi melemahkan ekosistem pembinaan olahraga di sekolah. Padahal, olahraga beregu memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, seperti disiplin, kerja sama tim, kepemimpinan, serta daya juang.

“Basket itu bukan olahraga instan. Anak-anak berlatih bertahun-tahun, mengikuti kompetisi resmi, dan konsisten berprestasi. Tapi secara sistem, mereka masih kalah nilai karena tidak memiliki sertifikat jalur prestasi yang kuat,” tegasnya.

Ananta menilai, keberadaan sertifikat resmi jalur prestasi olahraga yang terstandar dan diakui oleh pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan menjadi kebutuhan mendesak. Sertifikat tersebut diharapkan memuat level kejuaraan, kategori beregu, serta menjadi dokumen sah yang diperhitungkan dalam seleksi masuk SMA negeri.

“Kalau ada sertifikat resmi yang jelas dan diakui, atlet pelajar punya kepastian. Prestasi mereka tidak lagi bergantung pada penilaian subjektif sekolah tujuan,” katanya.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa pembinaan basket di SMPN 3 Depok selama ini berjalan konsisten, baik tim putra maupun putri, dengan raihan prestasi membanggakan di tingkat kota. Namun tanpa dukungan kebijakan yang berpihak, prestasi tersebut dinilai belum berdampak maksimal terhadap masa depan pendidikan para atlet.

“Banyak anak didik saya yang sudah berprestasi, tetapi tetap kesulitan masuk SMA negeri yang mereka inginkan. Ini yang perlu menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

Melalui momentum Liga Basket Pelajar Piala Wali Kota Depok 2026, Ananta berharap Pemerintah Kota Depok dan Dinas Pendidikan dapat menghadirkan kebijakan yang lebih adil dan inklusif, khususnya dengan mengakomodasi sertifikat resmi jalur prestasi untuk cabang olahraga beregu.

“Prestasi non-akademik itu nyata dan mengharumkan nama sekolah serta daerah. Sudah saatnya sistem pendidikan memberi ruang yang setara bagi atlet pelajar,” pungkasnya. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *