
DEPOK | FOKUSKOTA.com – Pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial. Pesan itulah yang mengemuka dalam pelaksanaan program Dokling (Dokter Keliling) Partai Gerindra Jawa Barat, yang menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga dengan dukungan Gerindra pusat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pradi Supriatna, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti Dokling harus memiliki keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, hampir 200 warga tercatat hadir untuk memanfaatkan layanan yang diberikan oleh tim dokter dan perawat selama satu hari penuh.
Antusiasme tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Pradi. Ia menyebut, tingginya partisipasi warga perlu dijawab dengan langkah konkret, bukan sekadar menjadikan kegiatan sebagai agenda sesaat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini didukung oleh Partai Gerindra pusat. Kami menghadirkan dokter dan perawat untuk melayani masyarakat selama satu hari penuh. Melihat antusiasme warga, kami akan berkoordinasi dengan teman-teman di daerah pemilihan agar kegiatan ini bisa dilanjutkan ke tahap kedua, ketiga, dan seterusnya,” ujar Pradi.minggu (25/10/2026)
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, perluasan jangkauan pelayanan menjadi pekerjaan lanjutan agar semakin banyak masyarakat bisa mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan.
Pradi menekankan, kehadiran kader dan wakil rakyat di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kegiatan yang menjawab kebutuhan nyata warga. Pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, dan perhatian terhadap persoalan infrastruktur harus berjalan beriringan.
Ia berpandangan, ukuran kebermanfaatan sebuah program bukan hanya terlihat dari pelaksanaannya, tetapi juga dari kesinambungan kegiatan dan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Teman-teman anggota legislatif harus terus hadir di tengah masyarakat. Kegiatan sosial dan keagamaan perlu berjalan, tetapi kita juga harus mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar,” tegasnya.
Pradi berharap koordinasi antarkader dan anggota legislatif di daerah pemilihan dapat menghasilkan agenda pelayanan lanjutan yang lebih terarah. Dengan begitu, program Dokling berpeluang menjangkau warga di lebih banyak wilayah.
Di luar persoalan kesehatan, Pradi juga menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kota Depok. Ia menilai, penyelesaian berbagai persoalan fisik membutuhkan koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing.
Ia mencontohkan pembangunan Jalan Tanah Baru yang disebutnya mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pradi juga menyinggung kebutuhan penanganan infrastruktur lainnya, termasuk kawasan Jalan Juanda.
Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintahan diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap, terutama ketika terdapat pekerjaan yang membutuhkan dukungan anggaran maupun kewenangan dari tingkat pemerintahan berbeda.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak. Perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan harus diselaraskan agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.
Pradi turut menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat. Ia menilai, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian melalui keterlibatan petani dan pelaku usaha dalam rantai pasok pangan.
Selain itu, ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan dan energi serta memberantas korupsi. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Pradi juga menilai penegakan hukum terhadap pelaku korupsi penting untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan berbagai program pemerintah pada akhirnya perlu dilihat dari pelaksanaan dan manfaat konkretnya bagi masyarakat.
Pelaksanaan Dokling Gerindra Jawa Barat menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan sosial sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan kegiatan tersebut berlanjut, menjangkau lebih banyak warga, dan dilaksanakan secara terukur.
Pradi menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kader di daerah pemilihan untuk mendorong pelaksanaan kegiatan serupa pada kesempatan berikutnya.
Bagi masyarakat, keberlanjutan program menjadi hal penting agar pelayanan kesehatan tidak hanya hadir pada satu waktu, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan dasar.
Dengan hampir 200 warga hadir dalam kegiatan tersebut, Dokling menunjukkan adanya partisipasi masyarakat yang perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan yang jelas. Komitmen pelayanan, pada akhirnya, harus dibuktikan melalui konsistensi pelaksanaan dan manfaat nyata yang dirasakan warga.(Ht)



