Mahasiswa UPER Raih Prestasi Dunia Lewat Solusi Pendingin Bangunan Berkelanjutan

InShot_20250827_150922239

Mahasiswa UPER Raih Prestasi Dunia Lewat Solusi Pendingin Bangunan Berkelanjutan

DEPOK | Fokuskota – Inovasi mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UPER, Arya Wirayuda, Ahmad Juliansyah, dan Zahra Zulfia Ananta, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai ajang bergengsi American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE) 2025.

Mereka yang tergabung dalam tim “Heat Seekers” sukses meraih penghargaan Rising Star – Design HVAC System Selection setelah menyisihkan lebih dari 170 tim dari berbagai negara. Pengumuman resmi dilakukan pada 2 Agustus 2025.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang untuk merancang sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) paling tepat bagi bangunan layanan medis tiga lantai seluas 6.200 m² di Manchester, Inggris, yang beriklim sedang maritim. Penilaian mencakup efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, kenyamanan termal, hingga perhitungan biaya siklus hidup atau Life Cycle Cost (LCC).

Melalui serangkaian simulasi, tim mahasiswa UPER mengajukan tiga skenario rancangan:

Variable Refrigerant Flow (VRF) + Ground Source Heat Pump (GSHP)

Packaged Rooftop Unit (RTU) sebagai sistem konvensional

Air Handling Unit (AHU) + Air-Cooled Chiller + Biomass Boiler

Hasil perhitungan menunjukkan opsi ketiga memberikan performa terbaik. Sistem ini mampu menekan konsumsi listrik hingga 38,8%, mengurangi beban pendinginan 35,8%, serta menurunkan beban pemanasan 35,3% dibanding sistem konvensional. Dari sisi keekonomian, pilihan ini juga mencatat biaya siklus hidup terendah.

“Desain bangunan, orientasi, hingga ventilasi alami tetap menjadi fondasi utama dalam mengurangi beban pendinginan sejak awal. Teknologi hanya melengkapi strategi dasar tersebut,” ungkap Ahmad Juliansyah.

Pendamping tim, Dr. Fayza Yulia, menambahkan bahwa kombinasi strategi pasif, standar internasional ASHRAE, serta pemanfaatan energi hijau berbasis biomassa menjadikan solusi mahasiswa UPER tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan.

Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti pendekatan pembelajaran UPER yang berorientasi pada isu global, terutama efisiensi energi dan keberlanjutan.

“Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas udara ruang dalam, khususnya di perkotaan padat. Karena itu, sistem pendingin yang efisien dan ramah lingkungan merupakan kebutuhan mendesak. Di UPER, mahasiswa kami dipersiapkan menghadapi tantangan tersebut melalui pembelajaran teori dan praktik yang aplikatif,” ujar Prof. Wawan.

Prestasi tim “Heat Seekers” tak hanya mengukuhkan kompetensi mahasiswa UPER di level dunia, tetapi juga menunjukkan bahwa solusi pendinginan bangunan tropis bisa dirancang dengan cerdas, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. (RN)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *