DEPOK | FOKUSKOTA.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali menguatkan pesan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya membuka akses seluas-luasnya, tetapi juga memastikan kualitas yang merata. Di Kota Depok, hal ini menjadi sorotan dalam implementasi Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Ketua Aliansi Pendidikan Kota Depok, Mulyadi Pranowo, menilai RSSG merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya dalam mendukung wajib belajar sembilan tahun. Dengan menggandeng sekolah swasta, pemerintah dinilai mampu memperluas jangkauan layanan pendidikan secara lebih fleksibel.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perluasan akses harus berjalan seiring dengan penguatan mutu. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang tertampung, tetapi juga dari proses dan hasil pembelajaran yang dicapai.
“Jangan sampai fokus kita hanya pada angka partisipasi. Yang lebih penting adalah kualitas hasil belajar dan kesiapan siswa menghadapi jenjang berikutnya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Mulyadi menekankan bahwa lingkungan belajar yang layak menjadi fondasi utama dalam menjaga mutu pendidikan. Sarana dan prasarana yang memadai dinilai bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran yang efektif.
Selain itu, peran tenaga pendidik juga menjadi perhatian penting. Ia mendorong adanya pemerataan guru yang kompeten, termasuk melalui dukungan tenaga ASN dan PPPK di sekolah-sekolah RSSG agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Dalam aspek pengelolaan, ia menilai pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan berorientasi pada pembinaan. Keterlibatan aktif Dinas Pendidikan serta sinergi dengan forum kepala sekolah dinilai penting untuk memastikan standar mutu diterapkan secara merata.
Tak hanya itu, transparansi dalam pengelolaan anggaran juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Menurutnya, penggunaan dana publik harus dilakukan secara akuntabel sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Mulyadi mengingatkan bahwa keberhasilan program RSSG perlu dilihat secara komprehensif, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas lulusan. Evaluasi berkala dan capaian siswa menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas program.
“Keberhasilan program ini terlihat dari sejauh mana siswa mampu berkembang dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan baik,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Mulyadi menegaskan bahwa keseimbangan antara efisiensi dan kualitas menjadi kunci utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan.
“Perluasan akses itu penting, tetapi mutu adalah tujuan. Keduanya harus berjalan beriringan agar pendidikan benar-benar memberi manfaat,” tutupnya.(Ht)








