Atlet PON dan Mahasiswa Berprestasi, Derryl Nandana Bagikan Rahasia Sukses Kuasai Renang dan Jaga Prestasi Akademik

IMG-20260615-WA0024

JAKARTA | FOKUSKOTA.com – Menjadi atlet berprestasi sekaligus mahasiswa bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan disiplin tinggi, manajemen waktu yang baik, serta mental yang kuat untuk menjalani keduanya secara seimbang. Namun tantangan tersebut berhasil dijawab oleh Derryl Nursavero Nandana, mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2025 yang terus menorehkan prestasi di cabang olahraga finswimming.

Atlet muda yang menjadi peserta termuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 tersebut kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih juara pertama kategori bi-fins nomor 100, 200, dan 400 meter pada Banten Finswimming Festival 2026. Tak hanya itu, Derryl juga berhasil meraih juara kedua kategori surface nomor 50 meter.

Di balik sederet prestasi tersebut, terdapat proses panjang yang dibangun melalui latihan fisik, penguatan mental, dan kedisiplinan yang konsisten. Berdasarkan pengalamannya, Derryl membagikan tiga kunci utama bagi generasi muda yang ingin serius menekuni olahraga renang.

Menurutnya, faktor pertama yang sering diabaikan para perenang pemula adalah kemampuan menjaga keseimbangan tubuh di atas permukaan air. Posisi tubuh yang stabil dan sejajar akan membuat gerakan menjadi lebih efisien sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak berlebihan.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, Derryl rutin melatih kekuatan otot inti melalui berbagai latihan seperti plank, flutter kicks, dan superman pose. Selain itu, ia juga membiasakan diri melakukan meditasi dan yoga guna menjaga fokus serta ketenangan sebelum latihan.

“Kunci kecepatan itu sebenarnya ada pada ketenangan. Saat pikiran tenang dan tubuh stabil, gerakan menjadi lebih efektif sehingga kita bisa meluncur lebih jauh tanpa menguras banyak energi,” ujar Derryl.

Selain teknik, Derryl menilai pentingnya menjaga motivasi selama menjalani proses latihan yang panjang. Ia mengakui olahraga renang memiliki pola latihan yang repetitif sehingga tidak jarang memunculkan rasa jenuh.

Ketika kondisi tersebut datang, Derryl memilih untuk beristirahat sejenak dari rutinitas latihan dan menikmati aktivitas layaknya mahasiswa pada umumnya. Baginya, waktu rehat justru menjadi kesempatan untuk memulihkan semangat sekaligus mengevaluasi perkembangan diri.

“Kalau mulai jenuh, saya biasanya memberi waktu untuk diri sendiri, seperti bermain game atau berkumpul dengan teman-teman. Setelah itu biasanya motivasi kembali muncul dan saya bisa kembali berlatih dengan lebih semangat,” katanya.

Tips ketiga yang tak kalah penting adalah menjaga fokus dan mengatur waktu secara disiplin. Sebagai mahasiswa sekaligus atlet, Derryl memahami bahwa pikiran yang terbebani tugas akademik dapat memengaruhi kualitas latihan.

Karena itu, ia selalu berusaha menyelesaikan tugas kuliah terlebih dahulu sebelum menjalani sesi latihan. Cara tersebut membuatnya dapat berlatih dengan konsentrasi penuh tanpa terganggu oleh tanggung jawab akademik.

“Saya terbiasa mengerjakan tugas lebih awal sebelum latihan dimulai. Dengan begitu, saat berada di kolam renang saya bisa fokus sepenuhnya untuk berlatih dan meningkatkan performa,” ungkapnya.

Prestasi yang diraih Derryl mendapat apresiasi dari Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si. Menurutnya, keberhasilan Derryl menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berkembang secara optimal baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Prof. Djoko menegaskan bahwa Universitas Pertamina terus mendorong pengembangan karakter mahasiswa melalui berbagai program pembelajaran dan aktivitas kemahasiswaan, termasuk dukungan terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan minat dan bakat.

“Prestasi Derryl menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan kemampuan mengelola waktu dapat menghasilkan pencapaian luar biasa. Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Djoko.

Kisah Derryl membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bakat semata, melainkan juga oleh konsistensi, ketekunan, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara pendidikan dan prestasi. Semangat itulah yang menjadikannya sebagai salah satu atlet muda yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *