DEPOK | FOKUSKOTA.com – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan serius dalam menjaga kelestarian wilayah pesisirnya. Di tengah ancaman abrasi, alih fungsi lahan, dan pencemaran lingkungan yang menyebabkan jutaan hektare kawasan pesisir berada dalam kondisi kritis, lahir sebuah inovasi karya anak bangsa yang menawarkan solusi nyata bagi upaya rehabilitasi mangrove.
Dua mahasiswa Universitas Pertamina (UPER), Muzaki Ahmad Fathir dari Program Studi Ilmu Komputer dan Muhammad Hasyim Hudoyo dari Program Studi Teknik Lingkungan, berhasil mengembangkan MOPI (Monitoring of Mangrove Plantation Indicator), sebuah sistem pemantauan mangrove berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengawasi kondisi lingkungan secara real-time.
Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas berbagai kendala dalam pemantauan kawasan mangrove yang selama ini masih dilakukan secara manual dan tidak berkelanjutan. Melalui MOPI, kondisi kesehatan bibit dan lingkungan mangrove dapat dipantau secara akurat, cepat, dan efisien, bahkan di kawasan pesisir yang sulit dijangkau.
“Selama ini pemantauan kawasan mangrove dilakukan secara manual dan sporadis sehingga sulit mendeteksi perubahan lingkungan sejak dini. MOPI kami kembangkan dengan keyakinan bahwa teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pelestarian alam,” ujar Muhammad Hasyim Hudoyo.
MOPI terdiri dari perangkat lapangan yang dilengkapi sensor serta aplikasi digital yang terintegrasi. Sistem ini memantau dua parameter penting bagi pertumbuhan mangrove, yakni tingkat keasaman air (pH) dan kelembapan tanah. Data yang diperoleh kemudian diproses oleh mikrokontroler dan dikirim secara nirkabel ke sistem penyimpanan berbasis internet untuk ditampilkan melalui aplikasi pada telepon pintar.
Aplikasi MOPI dilengkapi berbagai fitur unggulan, mulai dari informasi edukatif mengenai ekosistem mangrove, dashboard pemantauan kondisi lingkungan secara real-time, hingga sistem pemetaan digital yang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi setiap titik pemantauan secara spasial. Kehadiran fitur tersebut memudahkan pengelola kawasan dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan cepat apabila ditemukan perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan mangrove.
Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kemampuannya beroperasi di wilayah terpencil. Dengan sistem pengiriman data secara nirkabel, proses monitoring tetap dapat berjalan tanpa harus melakukan pengecekan langsung secara rutin di lapangan.
Atas keberhasilan mengembangkan inovasi tersebut, Hasyim dan Muzaki berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Naturaco Riset “Malang Edufest” 2026 yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026. Prestasi tersebut diraih setelah mereka bersaing dengan lebih dari 100 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Djoko Triyono, M.Si., mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang terus didorong di lingkungan kampus.
Menurutnya, tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan membutuhkan solusi yang mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Pertamina dibiasakan untuk bekerja secara kolaboratif dalam berbagai proyek multidisiplin guna menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Inovasi seperti MOPI menunjukkan bahwa sinergi antara teknologi dan ilmu lingkungan mampu melahirkan solusi konkret untuk menjawab persoalan bangsa. Ini menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan nasional,” ungkap Prof. Djoko.
Keberhasilan MOPI tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadirkan teknologi yang berperan penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Di tengah meningkatnya ancaman terhadap kawasan mangrove nasional, inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya besar menjaga benteng alami Indonesia dari kerusakan lingkungan dan dampak perubahan iklim.(Ht)








