Babai Soroti Persoalan Sampah yang Menghantui Kota Depok Pengawasan Ketat dan Pembentukan Satgas Mendesak

IMG-20251031-WA0021

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Persoalan sampah di Kota Depok kembali menjadi sorotan tajam. Anggota DPRD Depok Babai Suhaemi dari partai PKB mengungkapkan keprihatinannya atas permasalahan sampah yang terus menghantui kota ini.

Dalam wawancaranya, babai menjelaskan bahwa produksi sampah yang sangat tinggi setiap hari menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

“Memang permasalahan sampah ini permasalahan yang sangat pelik ya, permasalahan yang menghantui semua pemerintah di seluruh Indonesia termasuk kita di Kota Depok karena setiap hari asupan sampah itu atau produksi sampah itu sangat tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, babai menyoroti persoalan pengawasan yang dinilai masih lemah. Ia mengakui bahwa pemerintah daerah mengalami kesulitan dalam memastikan apakah sampah yang diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) benar-benar berasal dari masyarakat Kota Depok atau bukan.

Hal ini dikarenakan wilayah Depok yang berbatasan dengan berbagai wilayah lain.

“Dari sisi persoalan pengawasan memang harus kita akui kita mengalami kesulitan bagaimana apakah sampah yang diangkut ke TPA itu semua sampah masyarakat Kota Depok atau tidak,” ungkapnya.

ia juga menceritakan pengalamannya saat meninjau banjir di salah satu kelurahan di Cipayung Jaya. Ia menemukan adanya mobil yang sedang bongkar muat sampah di tengah lapangan. Setelah ditanya, ternyata sampah tersebut berasal dari Kabupaten Bogor.

“Secara kebetulan saja ketika saya meninjau salah satu banjir di suatu di Kelurahan Cipayung Jaya di salah satu RW saya mendapatkan di tengah lapangan ada mobil yang sedang bongkar muat sampah sehingga saya spontan bertanya kepada mereka ternyata itu adalah sampah dari Kabupaten Bogor atau wilayah Kota Bogor Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Temuan ini menjadi catatan penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Babai menekankan perlunya pengawasan yang ketat dan pembentukan satgas pengawasan sampah.

Satgas ini bertugas untuk melakukan penyisiran dan penindakan terhadap praktik pembuangan sampah ilegal di berbagai wilayah.

“Untuk itu saya berharap pada semacam satgas pengawasan sampah yang tugasnya keliling ke berbagai wilayah yang untuk melakukan sebuah penyedap dan terhadap sampah-sampah yang mungkin di sebuah wilayah ada kegiatan seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi TPA yang sudah sangat bermasalah, baik dari sisi kapasitas maupun sistem pengolahan. Ia berharap agar persoalan sampah ini dapat disikapi dengan serius dan dilakukan pengawasan terhadap oknum pembuang sampah ilegal.

“Persoalan TPA kita kan sudah sangat bermasalah dari sisi kapasitas dari sisi pengolahan kapasitas sudah overload sudah sangat tidak sesuai dengan volume sampah yang dibuang setiap hari dari sisi sistem pengolahan juga sama kita masih saja dengan pola Open damping akhirnya dampaknya melebar kemana-mana menimbulkan banjir dan lain sebagainya,” jelasnya.

Babay juga menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada sanksi bagi pembuang sampah ilegal. Namun, ia berharap agar satgas pengawasan sampah dapat dibekali dengan surat tugas yang memungkinkan mereka untuk memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar.

“Satgas itu semacam tim yang melakukan keliling ke berbagai daerah dan berbagai wilayah perbatasan-perbatasan fungsinya untuk mengetahui ada beberapa tumpukan-tumpukan sampah di perbatasan Depok sendiri maupun di wilayah pemerintah daerah lain ” pungkasnya.(HT)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *