DEPOK | FOKUSKOTA .com – Semangat kebersamaan lintas partai politik di Kota Depok kian menunjukkan arah yang konstruktif. Hal ini tercermin dari kunjungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyambangi Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi politik yang lebih terbuka dan produktif.
Kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang dialog strategis antarpartai untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai isu pembangunan daerah. Melalui silaturahmi ini, kedua partai menunjukkan komitmen untuk memperkuat sinergi demi kepentingan masyarakat Kota Depok.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, muncul kesepahaman bersama untuk meningkatkan peran parlemen agar lebih responsif terhadap kebutuhan publik, sekaligus mendorong kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Salah satu sorotan utama disampaikan oleh Ade Supriatna yang menegaskan bahwa komunikasi politik tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus berdampak nyata bagi warga.
“Silaturahmi ini bukan sekadar mempererat hubungan, tetapi juga bagaimana kita meningkatkan kinerja di parlemen. Tujuannya jelas, untuk kemaslahatan warga Kota Depok dan kesejahteraan masyarakat yang harus terus kita perjuangkan,” ujarnya.jum’at (11/4/2026)
Ia menekankan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi konstituen serta menjaga dan merawat struktur organisasi agar tetap solid dan produktif. Penguatan fungsi pendidikan politik, menurutnya, menjadi elemen penting dalam membangun demokrasi yang sehat.
Dalam konteks tersebut, Ade Supriatna mengungkapkan adanya kesepahaman lintas partai untuk mendorong kenaikan bantuan politik (banpol) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi.
“Kami sepakat bahwa banpol perlu ditingkatkan. Ini penting agar partai politik dapat lebih optimal menjalankan fungsi edukasi publik dan pendidikan politik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembahasan terkait kenaikan banpol akan menjadi agenda penting dalam pembahasan anggaran, baik pada perubahan APBD 2026 maupun APBD murni 2027. Bahkan, menurutnya, mayoritas partai politik di Depok telah memiliki pandangan yang sejalan terkait urgensi kebijakan tersebut.
“Sebagian besar partai sudah sepakat. Apalagi jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kota Malang yang sudah mencapai Rp15.000 per suara, sementara Depok masih di angka Rp3.000. Ini tentu perlu menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa partai politik harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan kelompok yang membutuhkan perhatian.
“Kita semua memiliki semangat yang sama, bagaimana hadir untuk masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pembelaan. Itu menjadi komitmen bersama lintas partai,” katanya.
Selain itu, Ade Supriatna juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan publik, khususnya di sektor kesehatan, agar dapat mencapai standar terbaik. Ia memastikan DPRD akan terus mendorong penganggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas layanan tersebut.
“Peningkatan layanan kesehatan harus berada pada level terbaik. Ini akan terus kita dorong dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Ke depan, ia juga membuka ruang koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak, termasuk Badan Kesbangpol, guna merumuskan kebijakan anggaran yang lebih komprehensif dan berkeadilan.
Dengan menguatnya komunikasi dan kesepahaman lintas partai melalui silaturahmi seperti ini, diharapkan berbagai agenda strategis dapat segera direalisasikan, sehingga peran parlemen semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Harapannya, seluruh fraksi memiliki komitmen yang sama untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dengan begitu, pembangunan Kota Depok dapat berjalan lebih inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya. (Ht)








