DEPOK | FOKUSKOTA.com – Perempuan memiliki peran luar biasa dalam kehidupan. Tak hanya sebagai individu, perempuan juga menjalankan peran sebagai istri, ibu, sekaligus menjadi penggerak ekonomi keluarga. Di tengah berbagai persoalan dan ujian kehidupan, perempuan dituntut untuk tetap kuat, bangkit, dan terus melangkah.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Literasi Pemberdayaan Perempuan bertema “Perempuan Tangguh, Ekonomi Tumbuh” yang digelar di Aula Teratai Lantai 1, Gedung Balai Kota Depok, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan secara simbolis bantuan alat usaha kepada Komunitas Wanita Tangguh Kita Depok, melalui kolaborasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP JBB Tahun 2026.
Hadir sebagai narasumber, dr. Karlina, MARS, Ketua DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Depok sekaligus pemilik Rumah Sakit Grha Permata Ibu (RS GPI) Beji. Dalam kesempatan tersebut, dr. Karlina membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai pentingnya perempuan memiliki ketangguhan mental, kemandirian, serta keberanian untuk bangkit ketika menghadapi ujian kehidupan.
Menurut dr. Karlina, menjadi seorang perempuan bukanlah perkara sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang perempuan dapat menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari menjadi dirinya sendiri, seorang istri, hingga seorang ibu.
“Perempuan itu memegang tiga peran. Pertama sebagai pribadi, kedua sebagai istri, dan ketiga sebagai ibu. Itu saja sudah luar biasa,” ujarnya.
Beban tersebut, kata dia, dapat terasa semakin berat ketika seorang perempuan menghadapi persoalan dalam rumah tangga maupun kehidupan ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar setiap perempuan tidak larut dalam kesedihan dan tidak terus-menerus melihat masa lalu sebagai keterpurukan.
Justru, menurutnya, setiap ujian yang datang harus dimaknai sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Allah tidak mungkin memberikan ujian kalau tidak sesuai dengan kemampuan kita. Jadi, jangan terus mengingat masa lalu. Kalau kita diuji oleh Allah, berarti kita adalah orang yang kuat dan mampu melewatinya,” tuturnya.
Dr. Karlina pun membagikan pengalaman pribadi ketika dirinya pernah menghadapi masa sulit dalam mengembangkan klinik dan rumah sakit. Saat itu, ia tidak hanya harus memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan keberlangsungan hidup ratusan karyawan yang bergantung pada usaha yang dipimpinnya.
“Pada saat mengalami masa yang berat, yang saya pikirkan bukan hanya diri saya sendiri, tetapi juga karyawan. Jumlahnya sekitar 500 orang. Bagaimana kita sebagai perempuan, sebagai istri, sebagai ibu, bisa bertahan di tengah kondisi yang kritis,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi dr. Karlina bahwa kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian pada akhirnya dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia meyakini, setiap perempuan memiliki fase masing-masing. Ada yang masih berada dalam masa ujian, ada pula yang mulai menikmati hasil dari kesabaran dan perjuangan yang telah dilalui.
“Allah menjanjikan hadiah yang manis ketika kita sabar menghadapi ujian. Kalau hari ini kita sedang diuji, jangan merasa bahwa hidup kita sudah berakhir. Bisa jadi, kita sedang berada dalam proses menuju hadiah yang sudah disiapkan Allah,” katanya.
Dr. Karlina juga menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Menurutnya, perempuan sebagai ibu memiliki peran besar dalam menentukan masa depan generasi berikutnya.
Ia pun menceritakan perjalanan keluarganya dalam memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya. Baginya, pendidikan tetap menjadi investasi penting yang harus diperjuangkan meskipun berbagai tantangan kehidupan datang silih berganti.
Selain pendidikan, dr. Karlina mengajak para perempuan untuk tidak berjalan sendirian. Menurutnya, bergabung dengan komunitas dapat membuka ruang untuk bertukar pengalaman, mendapatkan ilmu, membangun jejaring, hingga menemukan peluang baru.
Ia mengingatkan perempuan yang sedang menghadapi persoalan agar tidak memendam semuanya seorang diri. Namun, ia juga berpesan agar perempuan bijak dalam memilih tempat untuk bercerita dan mencari dukungan.
“Kalau kita punya masalah, jangan diam sendiri. Kita bisa mencari mentor atau datang kepada orang yang tepat. Tetapi kalau menyangkut rahasia pribadi, jangan diceritakan kepada orang yang belum benar-benar kita kenal karakter dan kepercayaannya,” pesannya.
Sebagai Ketua DPC IWAPI Kota Depok, dr. Karlina juga mendorong perempuan yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia bahkan membuka peluang bagi perempuan yang memiliki keterampilan memasak untuk bergabung dalam kegiatan usaha dan pengembangan destinasi wisata yang dikelolanya di Sukabumi.
Menurutnya, kesempatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendapatkan pengalaman baru.
Ia menegaskan, perempuan tidak boleh berhenti hanya karena pernah mengalami kegagalan. Sebaliknya, pengalaman masa lalu harus dijadikan pembelajaran agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang.
“Prinsipnya, kita harus berdamai dengan masa lalu dan berdamai dengan diri sendiri. Hargai diri kita, karena kita adalah pribadi yang dipilih Allah dan diberi ujian sesuai dengan kemampuan kita,” tegasnya.
Dr. Karlina pun mengajak perempuan di Kota Depok untuk saling bergandengan tangan, memperluas jejaring, dan aktif dalam berbagai komunitas sesuai dengan minat dan keahliannya.
Menurutnya, semakin luas jaringan yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat terbuka, baik dalam bidang usaha, pendidikan, maupun pengembangan kapasitas diri.
“Jangan berhenti di satu komunitas. Kalau memiliki keahlian di bidang fashion, kuliner, kerajinan, atau bidang lainnya, kembangkan dan bergabunglah dengan komunitas yang sesuai. Dari sana, kesempatan yang lebih luas akan terbuka,” ujarnya.
Seminar “Perempuan Tangguh, Ekonomi Tumbuh” pun menjadi momentum penting untuk menguatkan semangat perempuan di Kota Depok agar tidak sekadar bertahan menghadapi persoalan hidup, tetapi mampu bangkit, mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.
Kolaborasi melalui program TJSL PLN UIP JBB Tahun 2026 yang diwujudkan melalui bantuan alat usaha diharapkan dapat menjadi pemantik bagi para perempuan penerima manfaat untuk mengembangkan potensi dan usaha yang dimiliki.
Sebab, ketika perempuan diberdayakan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Kemandirian seorang perempuan dapat menjadi kekuatan bagi keluarga, membuka peluang ekonomi, dan pada akhirnya ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Perempuan tangguh bukan mereka yang tidak pernah jatuh. Perempuan tangguh adalah mereka yang mampu bangkit, belajar dari masa lalu, dan kembali melangkah dengan keyakinan bahwa setiap ujian selalu membawa jalan menuju kekuatan baru.(Ht)








