DEPOK | FOKUSKOTA.com – Suasana nostalgia mewarnai gelaran Lebaran Depok 2026 saat Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Depok tampil nyentrik mengenakan kostum bergaya tempo dulu. Penampilan bernuansa era 1970-an itu sukses mencuri perhatian ribuan warga yang memadati kawasan acara dan menjadi salah satu daya tarik paling mencolok dalam perayaan budaya tahunan tersebut.
Kemeja bercorak klasik, celana cutbray, kacamata besar, hingga gaya rambut khas era lawas membuat suasana Lebaran Depok terasa hidup dan penuh kehangatan. Tak sedikit warga yang antusias mengabadikan momen bersama para pejabat yang tampil kompak dengan konsep retro tersebut.
Bagi Supian Suri, konsep kostum jadul bukan sekadar hiburan semata, melainkan bagian dari upaya menghadirkan nuansa budaya yang dekat dengan masyarakat sekaligus membangun rasa kebersamaan lintas generasi.
“Lebaran Depok bukan hanya seremoni tahunan, tetapi ruang untuk memperkuat identitas budaya dan kebersamaan warga. Kami ingin masyarakat merasakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan,” ujar Supian saat memberikan sambutan, Kamis (7/5/2026).
Dukung UMKM dengan Belanja Langsung
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran berbagai stan UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga hiburan rakyat yang dipadati pengunjung sejak siang hingga malam. Di tengah semarak kegiatan tersebut, Supian juga menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil yang ikut meramaikan acara.
Ia bahkan mengimbau seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran pemerintah daerah untuk tidak sekadar hadir, tetapi juga ikut membeli produk-produk UMKM sebagai bentuk dukungan langsung terhadap ekonomi masyarakat.
“Pelaku UMKM sudah ikut menyukseskan acara ini. Karena itu kita juga harus hadir membantu mereka dengan membeli produk yang dijual,” katanya.
Menurut Supian, perputaran ekonomi dalam kegiatan budaya seperti Lebaran Depok memiliki dampak besar terhadap masyarakat kecil. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kegiatan budaya mampu menghadirkan manfaat ekonomi secara nyata.
Depok Rumah Kita
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak warga menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Depok. Tema “Depok Rumah Kita” disebutnya sebagai pengingat bahwa seluruh warga, tanpa memandang latar belakang suku maupun asal daerah, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kota.
“Depok ini milik kita bersama. Maka kebersihan, silaturahmi, dan rasa persaudaraan harus terus kita rawat,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Supian memberikan apresiasi kepada para influencer dan pegiat media sosial yang turut mempromosikan Lebaran Depok melalui berbagai konten kreatif di platform digital. Ia berharap media sosial dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang menyebarkan energi positif dan memperkuat citra baik Kota Depok.
“Media sosial harus menjadi sarana menyebarkan optimisme dan informasi yang baik, bukan ruang untuk hoaks atau hal-hal negatif,” pungkasnya.








