DEPOK | FOKUSKOTA.com – Peta persaingan politik di Kota Depok berpotensi semakin dinamis. Tonny Ranti secara terbuka menyatakan kesiapannya maju memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Depok periode 2025–2030.
Dengan mengusung slogan “Bersama Singa Kita Mengaum, Depok Maju”, Tonny menawarkan arah baru bagi Hanura Depok. Ia ingin partai berlambang bunga matahari itu tampil lebih berani, solid, dan memiliki daya tawar politik yang lebih kuat di tengah kontestasi politik Kota Depok.
Deklarasi tersebut menjadi penanda dimulainya langkah Tonny menuju Musyawarah Cabang (Muscab) Hanura Kota Depok. Bagi Tonny, momentum pergantian kepemimpinan bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan kesempatan untuk melakukan pembenahan sekaligus membangun mesin politik yang lebih siap menghadapi pertarungan elektoral berikutnya.
“Saya merasa memiliki bekal yang cukup, baik dari pengalaman di internal partai maupun dari dunia usaha dan organisasi. Saya memahami bagaimana membangun organisasi, melakukan kaderisasi, sekaligus melayani masyarakat,” kata Tonny selasa (21/7/2026).
Pengalaman Tonny di tubuh Hanura menjadi salah satu modal yang ia tawarkan kepada kader. Ia tercatat pernah menjalankan tugas di bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) selama satu periode serta dipercaya menjadi Sekretaris DPC Hanura Kota Depok selama dua periode.
Di luar aktivitas politik, Tonny juga dikenal memiliki latar belakang sebagai pengusaha properti dan pelatih karate INKADO. Dua pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk karakter kepemimpinan yang mengedepankan kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan mengelola organisasi.
Tema singa yang menjadi identitas utama gerakan Tonny bukan sekadar simbol keberanian. Ia memaknainya sebagai representasi kepemimpinan yang mampu melindungi, mengayomi, sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Karena itu, Tonny ingin Hanura Depok hadir lebih dekat dengan persoalan warga. Partai, menurut dia, tidak boleh hanya muncul ketika momentum pemilu tiba, tetapi harus memiliki program yang dirasakan langsung manfaatnya.
Ia menawarkan visi “Depok Maju, Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera” yang diterjemahkan ke dalam empat agenda utama melalui konsep SINGA.
Pilar pertama adalah Soliditas Organisasi. Tonny ingin memperkuat struktur partai mulai dari DPC, PAC hingga ranting. Pembenahan data kader dan transparansi pengelolaan organisasi menjadi bagian penting agar seluruh struktur bergerak dalam satu arah.
Pilar kedua adalah Inovasi dan Pemberdayaan. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah menghadirkan “Rumah Rakyat Hanura” yang diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi. Pengalaman di sektor properti juga ingin dimanfaatkan untuk mendorong terbukanya peluang kerja dan membantu pelaku UMKM berkembang.
Pilar ketiga, Naluri Kemenangan, menjadi target politik yang paling tegas. Tonny ingin Hanura tidak lagi sekadar hadir dalam kontestasi politik, tetapi mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Depok dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
“Hanura harus memiliki target politik yang jelas. Kita tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Kita harus menjadi pemain yang diperhitungkan,” tegasnya.
Sementara pilar keempat adalah Gerakan Olahraga dan Pemuda. Tonny berencana memanfaatkan jejaring olahraga bela diri yang dimilikinya untuk mendorong pembinaan generasi muda. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah penyelenggaraan “Piala Singa Hanura” sebagai wadah kompetisi sekaligus pembentukan karakter anak muda yang disiplin, tangguh dan berprestasi.
Tonny juga menyampaikan gaya kepemimpinan yang ingin dibawanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan partai tidak boleh berjalan satu arah dari atas ke bawah.
Menurutnya, kader harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan diberikan ruang untuk berkembang. Dengan begitu, seluruh kader dapat merasa memiliki partai dan bekerja secara maksimal untuk membesarkan organisasi.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya membutuhkan seluruh kader. Mari kita gaungkan suara Singa di Kota Depok. Hanura harus disegani, diperhitungkan, dan dimenangkan,” ujarnya.
Deklarasi Tonny menjadi salah satu langkah awal menuju Muscab Hanura Kota Depok. Forum tersebut nantinya akan menentukan arah kepemimpinan partai sekaligus menjadi arena konsolidasi untuk merumuskan strategi Hanura menghadapi dinamika politik lima tahun mendatang.
Dengan membawa pengalaman organisasi, dunia usaha, dan olahraga, Tonny kini menawarkan satu pesan utama kepada kader: Hanura Depok harus bergerak lebih berani, lebih dekat dengan rakyat, dan memiliki target politik yang lebih besar.(Ht)








