Supian Suri Tegaskan Transformasi Tapos Jadi Kawasan Perkotaan Modern dan Bersih

IMG-20260304-WA0002

DEPOK | FOKUSKOTAcom – Wali Kota Depok, Supian Suri, melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di Kecamatan Tapos dengan membawa pesan kuat tentang perubahan wajah wilayah perbatasan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya menjadikan Tapos sebagai kawasan yang benar-benar mencerminkan karakter kota modern tertata, bersih, dan nyaman.

Kecamatan Tapos yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang Kota Depok. Karena itu, menurutnya, infrastruktur jalan harus terus diperbaiki dan dimaksimalkan.

“Saya ingin masuk ke Tapos suasananya terasa sudah seperti kota. Jalannya mulus, ruang-ruang sisa jalan yang masih bisa dimaksimalkan, coba dimaksimalkan. Jangan sampai suasananya seperti desa lagi,” tegasnya pada Selasa (3/3/2026)

Ia menilai perkembangan permukiman di Tapos sudah sangat pesat, dengan deretan rumah yang menunjukkan karakter wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, kebersihan dan penataan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga.

Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri juga memperkenalkan Tim Maung Asri, sebuah tim yang dibentuk sebagai implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto. Tim ini merupakan singkatan dari “Manusia Unggul”, yang salah satu cirinya adalah cinta terhadap kebersihan.

Tim Maung Asri akan dipimpin oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Kebersihan (TLK) DLHK Kota Depok, Sakti, dan bertugas berkeliling memantau kondisi lingkungan di seluruh wilayah Kota Depok. Fokus utama mereka adalah memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah liar serta mempercepat perbaikan titik-titik yang memerlukan penanganan.

“Saya minta pembuangan sampah liar tidak lagi terlihat,” ujarnya tegas.

Wali Kota juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah. Ia menargetkan kapasitas penanganan hingga seribu ton sampah per hari dapat terealisasi tahun ini.

Langkah tersebut diharapkan mampu secara signifikan mengurangi volume sampah harian Kota Depok yang saat ini mencapai sekitar seribu ton per hari.

Meski demikian, Supian Suri menekankan bahwa upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak warga untuk terus mengembangkan pengolahan sampah organik di tingkat RW, mengaktifkan bank sampah, serta memperkuat kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan.

“Upaya yang kita lakukan belum tentu bisa menyelesaikan masalah sampah tanpa dukungan warga. Karena itu saya titip, program di lingkungan masing-masing agar terus dijalankan,” katanya.

Tarling di Tapos bukan sekadar agenda ibadah rutin Ramadan, tetapi menjadi momentum konsolidasi visi pembangunan. Dengan infrastruktur yang lebih baik, lingkungan yang bersih, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Supian Suri optimistis Tapos akan tampil sebagai wajah Depok yang modern, maju, dan membanggakan.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *