Ribuan Guru PAUD Padati Alun-alun Depok, HUT HIMPAUDI ke-21 Jadi Panggung Perjuangan Kesetaraan Guru PAUD

IMG-20260910-WA0010

DEPOK | FOKUSKOTA.com — Semangat, kebersamaan, dan harapan menyatu di Alun-alun Kota Depok, Kamis (10/9/2026), saat sekitar 1.000 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) HIMPAUDI ke-21 yang dirangkaikan dengan senam bersama Paricara Dharma. Mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”, kegiatan ini menjadi momentum memperjuangkan pengakuan yang lebih adil bagi para guru PAUD nonformal.

Acara dihadiri langsung Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikha, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kabid PAUD, Kasi PAUD, Baznas Kota Depok, Dinas Sosial, Bunda PAUD dari 11 kecamatan dan kelurahan, Ketua IGTKI, para penilik PAUD, serta pengurus HIMPAUDI se-Kota Depok.

Ketua Panitia HUT HIMPAUDI Kota Depok, Sari Yanidar, mengatakan perayaan tahun ini diikuti seluruh kecamatan di Kota Depok. Meski baru sekitar 1.000 guru yang hadir, jumlah tersebut belum mewakili seluruh guru PAUD di Depok.

“Alhamdulillah seluruh 11 kecamatan hadir. Yang datang sekitar seribu guru PAUD, ini memang belum separuh dari jumlah guru PAUD di Kota Depok karena tidak semuanya bisa hadir,” ujar Sari.

Menurutnya, perayaan HUT ke-21 bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang untuk menyuarakan harapan besar para guru PAUD agar memperoleh pengakuan dan kesetaraan profesi.

Sari menegaskan tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” dipilih karena hingga kini guru PAUD nonformal belum memiliki sertifikasi seperti guru formal.

“Kami ingin guru PAUD mendapat pengakuan yang setara. Saat ini pemerintah pusat sedang menggodok undang-undang agar guru PAUD nonformal juga memiliki sertifikasi. Itulah harapan terbesar kami di usia HIMPAUDI yang ke-21,” katanya.

Ia berharap regulasi tersebut segera terwujud sehingga kesejahteraan dan profesionalisme guru PAUD semakin meningkat.

Sari juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Depok terhadap pendidikan usia dini. Menurutnya, Pemkot telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung operasional PAUD dan memberikan insentif bagi guru.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, sekolah PAUD mendapat dukungan anggaran dari APBD, kemudian guru PAUD juga menerima insentif sebesar Rp2,4 juta yang diberikan bertahap. Ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada guru PAUD,” tuturnya.

Selain dukungan APBD, sejumlah program dari pemerintah pusat melalui APBN juga dinilai membantu keberlangsungan layanan pendidikan PAUD di Kota Depok.

Dalam perayaan tersebut, Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikha turut menyerahkan berbagai bantuan sosial kepada keluarga besar PAUD. Bantuan itu meliputi program bedah rumah bagi guru PAUD yang memiliki rumah tidak layak huni, santunan untuk anak yatim, hingga pemberian kursi roda kepada suami guru PAUD yang mengalami stroke atau lumpuh.

Rangkaian bantuan tersebut disambut haru para guru sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga pendidik PAUD.

Menutup pesannya, Sari Yanidar mengajak seluruh guru PAUD di Kota Depok tetap semangat menjalankan tugas mulia mendidik anak-anak usia dini meski masih menghadapi berbagai tantangan.

“Harapan saya, guru PAUD tetap profesional, tetap semangat mendidik putra-putri bangsa sejak usia dini. Semoga perjuangan kesetaraan dan pengakuan profesi guru PAUD segera terwujud,” pungkasnya.

Perayaan HUT HIMPAUDI ke-21 di Kota Depok menjadi simbol bahwa perjuangan guru PAUD bukan hanya tentang kesejahteraan, tetapi juga tentang pengakuan atas peran penting mereka dalam membangun fondasi pendidikan generasi masa depan Indonesia.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *