DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Anggota DPRD Kota Depok dari daerah pemilihan Sawangan, Bojongsari, dan Cipayung, Dr. Hj. Qonita Lutfiyah, SE., MM., menggelar kegiatan reses tahun sidang 2026 di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, saran, serta berbagai persoalan lingkungan.
Reses dihadiri unsur kelurahan, tokoh masyarakat, para ketua RT/RW, organisasi kemasyarakatan, serta warga setempat. Dalam sambutannya, Ketua RW 09 menyampaikan apresiasi atas perhatian dan realisasi aspirasi yang telah dirasakan langsung oleh lingkungan mereka.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat komitmen kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan.
Sementara itu, Ketua RW 12 mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya satu unit ambulans sosial yang dapat dimanfaatkan warga secara umum. Ia menekankan bahwa ambulans tersebut diperuntukkan sebagai layanan kemanusiaan, bukan komersial, dengan sistem pengelolaan transparan demi keberlanjutan operasional.
Lurah Pengasinan bapak Ari Andriana Wijaya dalam sambutannya menjelaskan bahwa reses merupakan agenda resmi anggota dewan untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat. Ia juga menginformasikan program Pemerintah Kota Depok tahun 2026, termasuk alokasi dana Rp300 juta per RW untuk pemerataan pembangunan, program wajib belajar 13 tahun mulai dari PAUD, serta keberadaan sekolah swasta gratis sebagai solusi akses pendidikan.
Dalam paparannya, Dr. Hj. Qonita Lutfiyah menegaskan bahwa reses adalah momen penting untuk mendengar langsung suara masyarakat. Ia menekankan pentingnya skala prioritas pembangunan agar anggaran yang terbatas tetap memberikan manfaat maksimal.
“Saya hadir untuk mendengar. Aspirasi masyarakat adalah amanah. Tidak semua bisa direalisasikan sekaligus karena keterbatasan anggaran, tetapi komitmen saya adalah terus mengawal dan memperjuangkannya secara bertahap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa selain program yang bersumber dari APBD, terdapat sejumlah bantuan yang direalisasikan melalui dana pribadi sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada konstituen. Salah satunya adalah hibah ambulans sosial untuk pelayanan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Qonita memaparkan sejumlah realisasi program, di antaranya pembangunan jalan lingkungan, drainase, serta bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) di beberapa kelurahan wilayah dapilnya. Ia memastikan seluruh usulan yang belum terealisasi akan tetap dicatat untuk pengajuan pada anggaran berikutnya.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog interaktif, di mana warga menyampaikan berbagai kebutuhan mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga penanganan lingkungan rawan longsor. Qonita menegaskan kesiapan untuk mengawal usulan mendesak melalui skema anggaran tanggap darurat jika diperlukan.
Reses berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat dalam membangun Kota Depok secara partisipatif.( Ht)








