Raker Dekranasda Depok 2026: Perkuat Cinta Produk Lokal, Dorong IKM Naik Kelas

IMG-20260126-WA0012

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula Gedung Bank BJB, Selasa (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program tahun sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan pengembangan industri kerajinan dan IKM Kota Depok ke depan.

Rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah yang akrab di sapa Cing Ikah, serta dihadiri jajaran pengurus Dekranasda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, perbankan, dan mitra strategis, termasuk Bank BJB.

Dalam sambutannya, Cing Ikah menegaskan bahwa rapat kerja ini tidak sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan perdagangan dan promosi kerajinan lokal sepanjang tahun 2025, sekaligus pemaparan program lintas bidang di tubuh Dekranasda.

“Raker ini adalah bagian dari evaluasi, monitoring, dan penyusunan program kerja ke depan agar keberadaan Dekranasda benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Cing Ikah.

Cing Ikah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkolaborasi aktif mendukung program Dekranasda, termasuk Bank BJB dan mitra BUMN lainnya. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong penggunaan produk lokal, sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada para pelaku usaha.

Salah satu gagasan strategis yang disampaikan adalah ajakan penggunaan produk kreatif lokal Kota Depok secara rutin, khususnya di lingkungan pemerintah daerah, BUMN, dan perusahaan di Depok.

“Kalau di daerah lain ASN-nya diwajibkan mengenakan pakaian khas daerah tertentu, mengapa Depok tidak bisa? Suatu hari nanti, semoga setiap hari Kamis seluruh elemen pemerintah dan BUMN menggunakan produk hasil karya warga Kota Depok,” harapnya.

Dalam paparannya, Cing Ikah mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekitar 296 IKM telah dikurasi, terdiri dari sektor fesyen, kriya, dan kuliner. Dari jumlah tersebut, sebagian telah masuk kategori matang, berkembang, hingga tingkat pemula. Data ini menjadi dasar penentuan target agar seluruh IKM secara bertahap naik kelas dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Tak hanya soal branding, ia menekankan pentingnya penguatan jaringan pemasaran. Dekranasda terus mendorong pembukaan etalase produk lokal di berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta pemanfaatan ruang publik dan agenda kota sebagai sarana promosi.

Selain itu, Cing Ikah juga menyinggung rencana pengembangan sentra pameran dan ruang kreatif dua lantai di kawasan belakang Gedung Perpustakaan Kota Depok, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang representatif bagi promosi produk unggulan Depok sekaligus wadah kreativitas generasi muda.

Sebagai bentuk keberlanjutan, Dekranasda Kota Depok juga berencana meluncurkan program Duta Muda Dekranasda, guna menjaring dan mengembangkan potensi wirausaha muda agar mampu bersaing di level nasional.

Menutup sambutannya, Cing Ikah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi demi kemajuan kerajinan dan industri kreatif Kota Depok.

“Mari kita satukan langkah agar Dekranasda benar-benar hadir, memberi dampak nyata, serta mewariskan semangat berkarya kepada generasi penerus,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *