Pancasila Tak Boleh Hanya Jadi Slogan, Dandim Depok Ajak Warga Hidupkan Nilai Kebangsaan dari Lingkungan Terkecil

IMG-20260601-WA0011

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan berbagai dinamika sosial yang terus berubah. Di tengah tantangan zaman tersebut, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Komandan Kodim 0508/Depok, Kolonel Inf. Ginanjar Wahyutomo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai dokumen sejarah atau sekadar dihafalkan dalam upacara seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pembangunan bangsa yang sesungguhnya tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, atau kemajuan teknologi. Pembangunan juga harus menyentuh aspek kemanusiaan, keadilan sosial, serta penguatan karakter masyarakat sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila mengajarkan keseimbangan antara kemajuan dan kemanusiaan. Negara harus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat dan memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih,” ujar Ginanjar, Senin (1/6/2026).

Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari angka statistik ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan yang aman, rukun, toleran, dan memiliki semangat gotong royong yang kuat.

Sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai tersebut, Kodim 0508/Depok terus mengembangkan program Kampung Pancasila di berbagai wilayah Kota Depok. Program ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menerapkan langsung nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Di Kampung Pancasila, kerukunan antarumat beragama, kepedulian terhadap sesama, budaya gotong royong, serta semangat musyawarah tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai implementasi konkret dari setiap sila dalam Pancasila.

“Kampung Pancasila bukan hanya simbol. Di sana masyarakat belajar hidup dalam keberagaman, menjaga toleransi, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun kemandirian bersama,” jelasnya.

Menurut Ginanjar, keberadaan Kampung Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Lingkungan yang dipenuhi semangat kebersamaan dan kepedulian akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul akibat perubahan zaman.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa dan nilai-nilai kebangsaan. Hal ini menjadi penting karena generasi saat ini tumbuh di era digital yang menawarkan kemudahan akses informasi, namun juga menghadirkan berbagai pengaruh yang tidak selalu sejalan dengan karakter bangsa Indonesia.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila sebagai bagian dari pelajaran sekolah, tetapi mampu memahami makna dan relevansinya dalam kehidupan modern. Dengan pemahaman yang baik, generasi penerus bangsa akan memiliki kemampuan untuk menyaring informasi secara bijak sekaligus menjaga identitas kebangsaan.

“Pancasila tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman. Nilai-nilainya dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi tanpa menghilangkan jati diri bangsa Indonesia,” katanya.

Sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan profesi, Depok menjadi gambaran nyata keberagaman Indonesia. Karena itu, menjaga harmonisasi sosial dan memperkuat rasa persaudaraan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0508/Depok mengajak seluruh warga untuk terus merawat kebhinekaan, memperkuat semangat gotong royong, dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari.

“Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Ketika nilai-nilai Pancasila hidup di tengah masyarakat, maka Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan terus melangkah menuju masa depan yang maju, adil, dan harmonis,” tutup Kolonel Ginanjar Wahyutomo.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *