Normalisasi Kali Pesanggrahan Dikebut, PUPR Depok Angkut Tiga Truk Sedimen per Hari Demi Kurangi Risiko Banjir

IMG-20260630-WA0039

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Pemerintah Kota Depok terus mempercepat upaya penanganan banjir melalui normalisasi saluran air di sejumlah titik rawan. Salah satu lokasi yang saat ini menjadi fokus pekerjaan adalah Kali Tersier Pesanggrahan di kawasan Kampung 99, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, yang mengalami pendangkalan akibat penumpukan sedimentasi.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA), proses pengerukan dilakukan secara intensif guna mengembalikan kapasitas aliran sungai. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan saluran air mampu menampung debit yang lebih besar, terutama saat curah hujan meningkat.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Depok, Rizwanur Rahim, mengatakan pengerukan sedimentasi menjadi salah satu program prioritas dalam pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Endapan lumpur yang terus menumpuk selama bertahun-tahun berpotensi mempersempit badan kali dan menghambat kelancaran aliran air.

“Setiap hari kami mampu mengangkat sekitar tiga truk material sedimentasi berupa lumpur dan endapan dari dasar kali. Seluruh material langsung diangkut keluar lokasi agar tidak kembali masuk ke aliran sungai dan mengganggu proses normalisasi,” ujar Rizwanur Rahim, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, sedimentasi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kapasitas sungai menurun. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu luapan air saat hujan deras dan meningkatkan potensi genangan di kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran kali.

Karena itu, normalisasi dilakukan tidak hanya untuk membersihkan dasar sungai, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Limo dan sekitarnya.

Menurut Rizwanur, Pemerintah Kota Depok berkomitmen melakukan pemeliharaan sungai secara berkelanjutan. Selain pengerukan sedimentasi, kondisi saluran air akan terus dipantau agar setiap hambatan yang berpotensi mengganggu aliran dapat segera ditangani.

“Tujuan utama pekerjaan ini adalah mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Dengan kapasitas yang lebih optimal, aliran air menjadi lebih lancar sehingga risiko banjir maupun genangan dapat ditekan,” katanya.

Keberhasilan program normalisasi, lanjut Rizwanur, juga membutuhkan dukungan masyarakat. Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah rumah tangga maupun limbah ke aliran sungai karena kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan dan pendangkalan.

Menurutnya, menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Infrastruktur yang telah dibangun dan dipelihara pemerintah akan memberikan manfaat maksimal apabila diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

PUPR Kota Depok optimistis, melalui normalisasi yang dilakukan secara rutin dan kolaborasi dengan masyarakat, fungsi Kali Tersier Pesanggrahan dapat kembali optimal. Selain memperlancar aliran air, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman banjir, khususnya saat musim penghujan tiba.

Normalisasi sungai menjadi salah satu bagian dari komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan sistem drainase yang lebih baik, memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi, serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *