DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok menghadirkan wajah baru politik yang lebih santai, inklusif, dan membumi melalui kegiatan “Coffee & Chill PKB Cafe”, sebuah ruang nongkrong terbuka dengan konsep free coffee & snack, live music/DJ, serta forum diskusi tanpa sekat bagi masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z.
Kegiatan yang digagas langsung oleh M. Faizin, Ketua DPC PKB Kota Depok, ini berlangsung hangat sejak pukul 07.00 hingga 11.45 WIB. Ratusan pengunjung dari berbagai latar belakang usia tampak menikmati suasana santai penuh “good vibes” di markas PKB Depok.
M. Faizin menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar acara hiburan, melainkan bentuk komitmen PKB untuk mendekatkan politik dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama anak muda.
“PKB ingin memfasilitasi anak-anak Gen Z dan milenial supaya bisa kumpul, ngopi, ngobrol, dan diskusi tanpa biaya. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Siapa pun boleh hadir, bahkan dari partai lain sekalipun,” ujar Faizin.
Menurutnya, konsep Coffee & Chill sengaja dipilih untuk mematahkan stigma bahwa partai politik identik dengan suasana kaku dan formal.
“PKB itu serius, tapi fun. Kita ingin politik itu asyik, dekat dengan warga, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.
Tak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terkait isu strategis, mulai dari pemberdayaan UMKM, literasi digital, hingga tantangan dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Faizin menyoroti masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital oleh anak muda untuk kepentingan ekonomi.
“Dari seratus anak muda, mungkin baru satu yang benar-benar memanfaatkan digital untuk bisnis. Padahal peluangnya sangat besar. Kalau UMKM tidak didigitalisasi, pasti tertinggal,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah agar lebih serius memperkuat digital marketing dan ekonomi kreatif sebagai solusi atas semakin sempitnya lapangan kerja konvensional akibat otomatisasi dan teknologi.
Tak berhenti di satu lokasi, PKB Depok menargetkan PKB Cafe Keliling dengan konsep food truck yang akan menyambangi kecamatan-kecamatan di Kota Depok pasca Idulfitri. Pendaftaran peserta direncanakan melalui Google Form agar kegiatan lebih terorganisir dan menjangkau lebih banyak warga.
Selain ekonomi digital, Faizin juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan teknologi. Ia menyambut baik program Pemerintah Provinsi Jawa Barat “Sapa Warga Melalui Budaya” yang mendorong kesenian tradisional tampil di ruang digital seperti YouTube dan TikTok.
“Kalau budaya kita dikemas secara digital, peminatnya luar biasa. Ini bukan sekadar pelestarian, tapi juga peluang ekonomi,” ujarnya.
Melalui Coffee & Chill PKB Cafe, PKB Depok menunjukkan bahwa politik bisa hadir sebagai ruang silaturahmi, kreativitas, edukasi, dan pemberdayaan, sejalan dengan semangat zaman dan kebutuhan generasi muda.(Ht)








