Ketua Fraksi PKB DPRD Siswanto: “Pemerintah Sofyan-Chandra Sukses Keluarkan Depok dari Zona Intoleran”

IMG-20251226-WA0025

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Suasana damai dan penuh makna meliputi kediaman Bapak Walikota Sofyan Suri pada hari Jum’at (26/12) ketika berlangsung pengajian rutin kitab Syarah Al-Hikam karya Ibnu Atho’ilah Asyrakandari, yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Mantan Wakil Presiden Ke-13 dan Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Acara yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok Siswanto, tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman ajaran agama, tetapi juga menjadi panggung untuk merenungkan keberhasilan Pemerintah Kota Depok dalam mengakhiri era “kota intoleran” yang selama ini melingkupinya.

Pengajian yang diadakan setiap bulan sekali ini memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dijangkau oleh semua warga: terbuka tanpa ada undangan khusus. Banyak hadirin datang dengan niat murni untuk ngaji dan berbagi kebersamaan, tanpa harus menerima undangan apapun – mulai dari lansia, kaum muda, hingga tokoh masyarakat lokal.

Selama beberapa jam kajian, Ma’ruf Amin menyampaikan materi yang kaya makna dari kitab Al-Hikam, yang menyentuh aspek akhlak, ketakwaan, dan hubungan harmonis antar manusia. Pesan beliau yang jelas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari berhasil menyentuh hati hadirin, sehingga banyak yang mengaku mendapatkan pencerahan dan manfaat besar untuk mengarahkan kehidupannya.

Namun, yang paling menarik dan menjadi sorotan dalam acara ini adalah pembicaraan Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok Siswanto tentang perubahan drastis yang terjadi di Depok sejak pemerintahan pasutri Supian Suri dan Chandra sebagai Walikota dan Wakil Walikota.

Menurut Siswanto, sebelum periode pemerintahan ini, Depok sulit lepas dari label “kota intoleran” dan bahkan pernah masuk dalam daftar 10 besar kota paling intoleran di Indonesia.

“Di periode sebelumnya, Depok tidak bisa lepas dari zona kota intoleran – ada gebrakan luar biasa yang membuat suasana tidak nyaman bagi semua warga, terlepas dari agama atau latar belakang budaya,” ujar Siswanto ketika ditemui usai acara.

Kemenangan besar terjadi ketika pemerintahan Supian Suri-Chandra mulai berjalan. Mereka berkomitmen keras untuk memecahkan masalah intoleransi dengan berbagai upaya, hingga akhirnya Depok baru-baru ini diumumkan tidak lagi masuk dalam 10 besar kota intoleran di Indonesia. “Ini cukup menggembirakan, tapi upaya ini jangan berhenti,” tegas Siswanto.

Menurutnya momentum ini harus dijadikan titik awal untuk semakin memperkuat rasa persatuan, bukan akhir dari perjuangan karena risiko Depok terjerumus kembali ke zona intoleran masih ada jika tidak ada upaya berkelanjutan dari semua pihak.

Contoh nyata upaya tersebut terlihat ketika malam Natal kemarin, Walikota Supian Suri bahkan keluar keliling untuk mengawasi keamanan dan memastikan perayaan Natal berjalan lancar. Tidak ada larangan apapun untuk perayaan tersebut, yang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk menghargai keberagaman.

“Saya pernah menyampaikan ini di Sidang Paripurna betapa luar biasa upaya Pak Supian Suri untuk menjadikan Depok lebih inklusif,” ungkap Siswanto.

Dia menambahkan, “Jangan hanya hari Natal doang – semua perayaan, baik dari mayoritas maupun minoritas, harus diberikan kesempatan untuk diadakan dengan bebas. Itulah yang akan menjadikan Depok semakin jauh dari zona intoleran.”

Mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menyemangati upaya tersebut dalam sambutannya. Beliau yang dikenal dengan jiwa nasionalis dan inklusif menekankan bahwa persatuan antar warga adalah fondasi utama untuk kemajuan sebuah kota.

“Kita semua milik satu tanah air, sehingga tidak boleh ada yang merasa kurang karena agama, suku, atau latar belakang budaya. Depok yang damai dan inklusif adalah Depok yang akan maju,” ujar Ma’ruf Amin, yang juga menekankan pentingnya memadukan ajaran agama dengan nilai-nilai nasional untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.

Walikota Supian Suri juga mendapatkan apresiasi hangat dari hadirin karena telah menyediakan kediamannya sebagai lokasi pengajian rutin ini.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *