Kelurahan Pengasinan Ajak Warga Tukar Minyak Jelantah, Dorong Lingkungan Sehat dan Ekonomi Berkelanjutan

IMG-20260119-WA0006

DEPOK | FOKUSKOTA COM – Pemerintah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran ekonomi berkelanjutan. Melalui program penukaran minyak jelantah, warga diajak untuk tidak lagi membuang minyak goreng bekas pakai secara sembarangan.

Program ini disampaikan langsung oleh Masridawati Siregar, Kepala Seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemas) Kelurahan Pengasinan. Ia menjelaskan bahwa warga dapat menukarkan minyak jelantah sebanyak 3 liter dengan minyak goreng baru, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami mengajak warga untuk mengumpulkan minyak jelantah bekas pakai. Setiap 3 liter minyak jelantah dapat ditukarkan dengan minyak goreng baru,” ujar Masridawati Siregar.

Penukaran minyak jelantah tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Kelurahan Pengasinan. Program ini terbuka untuk seluruh warga Pengasinan dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Masridawati menambahkan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan saluran air, serta berpotensi membahayakan kesehatan apabila digunakan kembali secara tidak tepat. Oleh karena itu, program ini menjadi solusi edukatif sekaligus praktis bagi warga.

“Selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga memberikan manfaat langsung bagi warga. Minyak jelantah yang dikumpulkan akan dikelola lebih lanjut agar tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.

Pemerintah Kelurahan Pengasinan berharap program ini dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan, mengurangi limbah rumah tangga, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan di wilayah Kecamatan Sawangan.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *