KADIN Depok Bidik Pasar Ekspor Ikan Hias, Karlina Mars Soroti Harga Petani Anjlok hingga Rp500 per Ekor

IMG-20261014-WA0041

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Depok berkomitmen mendorong ikan hias lokal menembus pasar ekspor secara langsung melalui pengusaha daerah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Depok.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua KADIN Kota Depok, Dr. Karlina Mars, didampingi Despandri Wakil Ketua Umum Bidang Kelembagaan sekaligus Humas Kadin Kota Depok. saat audiensi dengan Plt Kepala Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok, Gleni Hasan Huwoyon, S.Pi., bersama jajaran pengurus KADIN dan Ketua Tim Pengawal dan Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kota Depok, Ratu Ratna Damayanti. Rombongan kemudian mengunjungi petani ikan hias di Kecamatan Bojongsari untuk mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi.

Karlina menilai, ikan hias, khususnya jenis neon tetra, memiliki potensi ekonomi besar. Namun, selama ini Depok dikenal sebagai daerah penghasil, sementara kegiatan ekspornya banyak dilakukan pengusaha dari luar daerah sehingga nilai ekspor tersebut tidak tercatat sebagai aktivitas ekspor langsung pelaku usaha Depok.

“Potensi ikan hias Depok sangat besar dan harus dikembangkan. Kita memang tidak memiliki tambang emas, perkebunan kelapa sawit, atau batu bara, tetapi ikan hias bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah. KADIN akan berupaya mendorong pengusaha Depok agar mampu melakukan ekspor langsung sehingga harga di tingkat petani ikut meningkat,” tegas Karlina.rabu (14/10/2026)

Dalam dialog bersama petani di Bojongsari, terungkap bahwa bisnis ikan hias pernah mencapai masa kejayaan pada 2017 dengan nilai penjualan sekitar Rp2,5 miliar per bulan, terutama untuk pasar China. Namun, setelah pandemi Covid-19, omzet usaha mengalami penurunan tajam.

Saat ini, produksi petani rata-rata berkisar 20.000–35.000 ekor per bulan per petani. Sekitar 300 petani ikan hias berada di Kecamatan Bojongsari. Persoalan yang paling disoroti adalah penurunan harga neon tetra dari sekitar Rp4.000 menjadi Rp500 per ekor.

Ketua TP3D, Ratu Ratna Damayanti, menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri, terutama karena muncul keluhan bahwa permintaan meningkat, tetapi harga di tingkat petani justru menurun.

Karlina menegaskan, KADIN akan mempelajari mata rantai perdagangan ikan hias, mulai dari petani, pengumpul, pemasok hingga eksportir, untuk mengidentifikasi persoalan yang memengaruhi harga jual dan keuntungan petani.

“Kita perlu melihat secara utuh rantai bisnisnya. Kami juga akan mencoba mencari pasar ekspor baru agar tidak bergantung pada negara tertentu. Harus ada terobosan supaya pemasaran meningkat dan petani memperoleh harga yang lebih baik,” ujarnya.

Selain persoalan harga dan pasar, petani menghadapi keterbatasan lahan serta semakin sulitnya memperoleh kutu air sebagai pakan ikan. Karena itu, diperlukan solusi teknologi budidaya dan penguatan rantai pasok agar produksi dapat berkelanjutan.

KADIN, TP3D, dan BRBIH sepakat membangun kolaborasi untuk mengembangkan potensi ikan hias Depok. BRBIH menyatakan memiliki fasilitas yang dapat mendukung pengembangan usaha, termasuk kemungkinan penyediaan fasilitas karantina sebelum ikan dikirim ke bandara.

KADIN juga merencanakan dialog dengan para pemasok yang selama ini membeli ikan dari petani untuk diteruskan kepada eksportir. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang perbaikan tata niaga sekaligus memperjelas jalur pemasaran menuju pasar internasional.

Karlina menegaskan, pengembangan ikan hias harus memberikan manfaat nyata bagi petani, bukan sekadar meningkatkan volume perdagangan.

“Tujuan kita bukan hanya membuat ikan hias Depok dikenal, tetapi bagaimana petaninya mendapatkan harga yang lebih baik, pengusahanya tumbuh, dan ekspornya mampu dilakukan langsung oleh pelaku usaha Kota Depok,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, neon tetra diharapkan semakin kuat sebagai salah satu ikon unggulan Kota Depok sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *