DEPOK | FOKUSKOTA.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Depok menjadi momentum penting bagi DPRD untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan arah pembangunan ke depan. Dalam rapat paripurna yang digelar Kamis (23/4/2026), anggota Komisi C DPRD Depok dari Fraksi Demokrat, Edi Sitorus, memaparkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus di tahun 2026.
Ia menyampaikan harapan agar di usia yang semakin matang, Depok mampu terus berkembang menjadi kota yang lebih maju dengan pelayanan publik yang semakin optimal.
“Harapannya tentu Depok ke depan semakin baik, semakin maju, dan seluruh kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi melalui kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD,” ujarnya.
Dalam refleksi kinrja Komisi C, Edi menyoroti langkah besar di sektor infrastruktur yang tengah digencarkan oleh Wali Kota Supian Suri. Salah satu fokus utama adalah penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius bagi kota.
Menurutnya, skema pengelolaan sampah kini dibagi menjadi dua, yakni sebagian ditangani di Depok dan sebagian lainnya dikirim ke wilayah Bogor untuk diolah menjadi energi. Masing-masing wilayah akan menangani sekitar 500 ton per hari.
“Kalau total sampah kita sekitar 1.000 ton per hari, dengan pembagian ini tentu beban akan jauh lebih ringan dan lebih terkelola,” jelasnya.
Meski demikian, Edi mengungkapkan bahwa Komisi C sempat mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan sepenuhnya di Depok. Namun, kebijakan dari pemerintah pusat mengharuskan adanya distribusi ke Bogor guna mendukung kapasitas produksi energi di wilayah tersebut.
Di sektor infrastruktur, DPRD juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan strategis. Salah satunya proyek flyover di kawasan Margonda dengan nilai awal sekitar Rp80 miliar pada tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan skema multi years hingga mencapai Rp200 miliar pada tahun berikutnya.
Selain itu, pelebaran Jalan Sawangan yang sebelumnya telah melalui tahap pembebasan lahan senilai Rp60 miliar kini ditargetkan memasuki tahap pembangunan fisik. Proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah selatan Depok.
Tak hanya itu, rencana pembangunan underpass di kawasan Citayam juga terus didorong. Tahun ini difokuskan pada pembelian lahan, sementara pelaksanaan konstruksi ditargetkan berlangsung pada 2027 dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, Edi juga menyoroti pentingnya mitigasi risiko di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti El Nino. Ia mengingatkan agar kejadian longsor sampah seperti di TPST Bantargebang tidak terulang di Depok.
Untuk itu, Komisi C mendorong peningkatan pengawasan serta percepatan penanganan di lapangan, termasuk penambahan alat berat guna mengurai timbunan sampah dan mencegah limpasan ke area sekitar, termasuk aliran kali di kawasan Cipayung.
“Kita tidak boleh lengah. Antisipasi harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, DPRD berharap momentum HUT ke-27 ini menjadi titik awal percepatan pembangunan yang lebih terarah, khususnya dalam memperkuat infrastruktur dan menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.(Ht)








