HUT ke-27 Depok, Siswanto Usul “Reset Sejarah”: Nama Jalan Diambil dari Tokoh Lokal dan Lagu Indonesia Raya Diputar Tiap Pagi

IMG-20260423-WA0020

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Depok yang digelar dalam rapat paripurna di gedung DPRD berlangsung penuh makna. Dalam forum yang dihadiri Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah pada Kamis (23/4/2026), anggota DPRD kota Depok Siswanto menyampaikan sejumlah gagasan strategis untuk memperkuat identitas kota sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dalam penyampaiannya, Siswanto menilai perlu adanya “reset sejarah” melalui langkah konkret, salah satunya dengan mengganti nama-nama jalan di Depok menggunakan nama tokoh lokal, pahlawan, serta budayawan yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kota.

Menurutnya, arsip dan data mengenai tokoh-tokoh tersebut sebenarnya telah tersedia di dinas kearsipan, sehingga tinggal bagaimana pemerintah daerah berani merealisasikan gagasan tersebut.

“Banyak tokoh Depok yang berjasa, tapi belum diabadikan secara layak. Penamaan jalan bisa menjadi bentuk penghormatan sekaligus edukasi sejarah bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebijakan yang pernah dilakukan Anies Baswedan di Jakarta, yang mengganti sejumlah nama jalan dengan nama seniman dan budayawan seperti Mpok Nori dan Benyamin Sueb. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Depok untuk memperkuat identitas lokal.

Selain itu, Siswanto juga mengusulkan kebijakan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap pukul 10.00 pagi di seluruh instansi di Kota Depok. Ia berharap, saat lagu tersebut diperdengarkan, masyarakat dan aparatur dapat berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara.

“Ini sederhana, tapi memiliki dampak besar dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan kedisiplinan,” katanya.

Ia menambahkan, gagasan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk kalangan organisasi masyarakat dan tokoh lokal yang berharap nilai-nilai sejarah dan kebangsaan tetap terjaga di tengah perkembangan kota.

Lebih jauh, Siswanto mengingatkan bahwa usia 27 tahun bukan lagi fase awal bagi sebuah kota. Tanpa adanya penghargaan terhadap sejarah dan para pendiri, ia khawatir kontribusi mereka akan perlahan terlupakan oleh generasi mendatang.

“Kalau tidak kita mulai sekarang, bisa jadi nama-nama besar yang berjasa bagi Depok akan hilang dari ingatan publik,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam membangun kota. Ia berharap ritme kerja yang cepat dan progresif tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Kalau sekarang sudah berlari, jangan sampai melambat. Justru harus terus dipacu agar pembangunan Depok semakin maju,” ungkapnya.

Momentum HUT ke-27 ini, lanjut Siswanto, diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya kebijakan-kebijakan yang memperkuat jati diri kota, menghargai sejarah, serta mendorong kemajuan berkelanjutan.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *