DEPOK | FOKUSKOTA .com – Semangat kebersamaan dan komitmen perjuangan mewarnai kegiatan silaturahmi dan halalbihalal Keluarga Besar Bolone SS Depok yang digelar di JDS Resort, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan pasca-Idulfitri, melainkan menjadi ruang konsolidasi penting untuk memperkuat soliditas relawan dalam mengawal pembangunan Kota Depok hingga tahun 2029.
Sejak awal, nuansa kekompakan sudah terlihat jelas. Seluruh anggota terlebih dahulu berkumpul di SPBU Bakti Yudha pada pukul 13.30 WIB sebelum bergerak bersama menuju lokasi acara. Kebersamaan dalam perjalanan menuju tempat kegiatan menjadi simbol kedisiplinan, loyalitas, dan semangat kolektif yang selama ini menjadi ciri khas komunitas tersebut.
Dengan mengenakan busana muslim serba hitam, para peserta tampil sederhana namun penuh makna. Warna hitam yang dikenakan seragam mencerminkan kesetaraan, keteguhan, serta identitas bersama sebagai relawan yang siap terus bergerak dalam satu barisan.
Ketua Bolone SS Depok, Yopi Setiabudi, menegaskan bahwa kegiatan halalbihalal ini memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, momen Idulfitri harus dijadikan ruang untuk memperkuat tekad, menyatukan langkah, dan menegaskan kembali arah perjuangan bersama.
“Solid bergerak, satu tujuan bukan hanya slogan, tetapi prinsip kerja yang harus diwujudkan dalam setiap langkah. Relawan harus menjadi kekuatan utama dalam mengawal arah pembangunan kota secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Yopi usai acara.
Ia menilai, relawan memiliki posisi strategis karena menjadi elemen yang paling dekat dengan masyarakat. Dari kedekatan itulah, relawan dinilai mampu membaca kebutuhan warga secara langsung sekaligus menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan.
Karena itu, menurut Yopi, kekompakan, kesamaan visi, dan kesinambungan gerak harus terus dijaga agar setiap agenda pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, Yopi menegaskan bahwa Bolone SS Depok berkomitmen untuk terus hadir dan mengawal program-program Wali Kota Depok hingga 2029. Komitmen tersebut, kata dia, tidak berhenti pada dukungan moral semata, tetapi diwujudkan melalui keterlibatan nyata relawan dalam berbagai aktivitas sosial, kemasyarakatan, dan pembangunan di lapangan.
“Kami ingin memastikan relawan tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi terus bergerak dan menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan kota,” tegasnya.
Suasana halalbihalal pun berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang saling memaafkan usai Hari Raya Idulfitri, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum komunikasi internal untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mempererat hubungan emosional antaranggota.
Dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan, para peserta saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman, hingga memperkuat jejaring internal organisasi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga semangat kebersamaan agar tetap terpelihara di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan kota yang terus berkembang.
Menutup pernyataannya, Yopi berharap agar peran relawan sebagai garda terdepan di tengah masyarakat semakin mendapat perhatian, termasuk dalam aspek dukungan dan kesejahteraan bagi mereka yang selama ini aktif bergerak di lapangan.
Dengan semangat Idulfitri yang sarat nilai keikhlasan, persatuan, dan kebersamaan, Bolone SS Depok menegaskan bahwa relawan bukan hanya pelengkap dalam dinamika pembangunan, melainkan bagian penting dari kekuatan sosial yang ikut menjaga arah pembangunan kota tetap berpihak kepada rakyat.
Soliditas yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Bolone SS Depok untuk terus hadir, bergerak, dan mengawal pembangunan Kota Depok yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(Ht)








