Merawat Tradisi, Menyulam Kebersamaan: Ngubek Empang Hidupkan Spirit Lebaran Depok

IMG-20260415-WA0034

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Depok tetap menjaga satu tradisi yang sarat makna: ngubek empang. Lebih dari sekadar aktivitas menangkap ikan, tradisi ini menjadi simbol kuat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sejak dahulu, ngubek empang tumbuh dari inisiatif warga yang secara swadaya mengumpulkan dana untuk membeli benih ikan, lalu menebarkannya di empang. Proses ini berlangsung jauh hari, bahkan hingga setahun sebelum Lebaran. Saat waktu yang dinanti tiba, empang dikeringkan dan warga berkumpul untuk menangkap ikan secara bersama-sama dalam suasana penuh keakraban.

Hasil tangkapan tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga diolah menjadi berbagai hidangan khas yang kemudian dibagikan kepada kerabat melalui tradisi rantangan. Praktik ini mencerminkan nilai berbagi yang menjadi inti dari perayaan Lebaran itu sendiri.

Tradisi ngubek empang juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Betawi Depok. Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini mempererat hubungan sosial dan memperkuat ikatan antarwarga.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, H. Hamzah, menegaskan bahwa nilai yang terkandung dalam tradisi ini jauh melampaui aktivitas fisiknya.

“Ngubek empang adalah cerminan bagaimana masyarakat membangun solidaritas. Ada nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, pelestarian tradisi ini menjadi penting sebagai upaya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman. Menurutnya, generasi muda perlu terus dikenalkan pada nilai-nilai lokal yang mengajarkan arti kebersamaan.

“Ini bukan sekadar tradisi, tapi ruang belajar budaya. Kita ingin semangatnya tetap hidup dan dirasakan oleh generasi sekarang,” imbuhnya.

Dalam rangkaian Lebaran Depok 2026 yang akan digelar pada 5 hingga 9 Mei, tradisi ngubek empang kembali dihadirkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan pembuka akan berlangsung di Tapos, Cipayung, dan Sawangan, sebelum dipusatkan di Alun-alun Grand Depok City (GDC).

Melalui perhelatan ini, ngubek empang diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan juga pengingat bahwa esensi Lebaran terletak pada kebersamaan, kesederhanaan, dan kepedulian antar sesama.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *