DEPOK | FOKUSKOTA.com – Komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan terus menunjukkan hasil positif. Sepanjang Juni 2026, Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mencatat sederet capaian strategis, mulai dari penanaman ratusan pohon, peningkatan layanan kepada masyarakat, hingga keberhasilan meraih Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 91,50 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya pelestarian lingkungan dan pelayanan publik yang dilakukan DLHK mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat sekaligus memperkuat arah pembangunan Kota Depok sebagai kota yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, mengatakan keberhasilan pada semester pertama 2026 tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat yang terus mendukung berbagai program penghijauan serta konservasi lingkungan.
“Seluruh capaian semester pertama ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan akan terus membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Depok. Ke depan kami optimistis mampu meningkatkan Indeks Kualitas Lahan, memperluas gerakan konservasi, serta mewujudkan blueprint pembangunan kota yang semakin ramah lingkungan,” ujar Tri Sakti saat memaparkan infografis capaian kinerja, Rabu (1/7/2026).
Sepanjang Juni 2026, DLHK berhasil menanam 794 pohon di berbagai titik Kota Depok. Penanaman tersebut terdiri atas 150 pohon pelindung, 51 pohon buah, dan 593 tanaman perdu. Program ini dirancang untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan perkotaan melalui peningkatan tutupan hijau, penyerapan emisi karbon, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui tanaman produktif.
Tak hanya melakukan penanaman secara langsung, DLHK juga membagikan 128 bibit pohon kepada masyarakat sebagai bagian dari program penghijauan berbasis partisipasi warga. Bibit yang disalurkan meliputi 52 pohon pelindung, 51 pohon buah, dan 25 tanaman perdu agar masyarakat dapat ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
Di sektor mitigasi bencana, tim Tata Lingkungan dan Konservasi juga melakukan berbagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan masyarakat. Selama Juni, petugas melakukan pemangkasan terhadap 133 pohon, menebang 14 pohon mati, serta menangani lima kasus pohon tumbang dan satu pohon sempal yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun permukiman warga.
Respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan tersebut menjadi bagian dari upaya DLHK dalam meminimalkan risiko kecelakaan dan kerusakan infrastruktur, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Kinerja pelayanan publik juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Selama Juni 2026, DLHK menerima 27 surat permohonan pemangkasan pohon, tiga laporan melalui media sosial, satu laporan dari Tim Maung, serta enam laporan terkait pohon tumbang maupun sempal, yang berasal dari layanan darurat 112 maupun laporan langsung masyarakat.
Dari seluruh laporan yang diterima, sebanyak 33 permohonan berhasil ditindaklanjuti, sementara delapan permohonan pemangkasan masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, terdapat dua permohonan izin penebangan pohon yang diproses melalui tahapan verifikasi sesuai ketentuan untuk memastikan setiap tindakan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Upaya konservasi juga diwujudkan melalui pembangunan 10 lubang biopori sebagai sarana peningkatan daya resap air sekaligus pengurangan genangan. DLHK turut merevitalisasi lahan rusak seluas sekitar 200 meter persegi di kawasan Jalan Raya Bogor menjadi taman yang lebih hijau dan tertata.
Transformasi lahan tersebut diharapkan mampu mempercantik wajah kota, memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas udara, sekaligus menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Dengan raihan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 91,50 persen, DLHK Kota Depok optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat program konservasi lingkungan pada semester kedua 2026. Pemerintah berharap kolaborasi yang telah terbangun bersama masyarakat dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kota Depok sebagai kota modern yang tetap mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi berita ini dengan gaya yang lebih tajam dan layak menjadi headline media online, sehingga lebih menarik perhatian pembaca dan berpotensi meningkatkan jumlah klik.(Ht)








